Berita Belitung

Status Bandara Internasional Hanandjoeddin Disebut-sebut akan Dicabut, DPRD Babel Tanya Kemenhub

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, Belitung saat ini menjadi satu di antara pilihan destinasi wisata terbaik di Indonesia.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Penumpang saat turun dari pesawat yang mendarat di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pemerintah pusat berwacana mengurangi sejumlah status bandara internasional di Indonesia menjadi menjadi bandara domestik. 

Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, disebut-sebut menjadi satu di antara ratusan bandara yang bakal dievaluasi statusnya untuk menjadi bandara domestik.

Oleh sebab itu, Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi, beserta anggota Komisi III DPRD mendatangi Direktorat Jenderal Udara (Ditjen Hubud), Kementerian Perhubungan Republik, Indonesia (RI) belum lama ini, untuk menanyakan langsung tentang wacana tersebut.

"Kami bersama kawan-kawan komisi III telah datang ke Kemenhub meminta agar status itu jangan dicabut," kata kata Ketua DPRD Babel Herman Suhadi, kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga disarankan mendatangi Kemenko Marves yang mengevaluasi status Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung.

"Kami akan datang ke kementerian itu. Kemudian kami akan datang ke AP II di Jakarta dan kementerian BUMN untuk meminta dukungan pembangunan bandara itu sebagai mana layaknya bandara Internasional," tegasnya

Dia menerangkan, dari hasil komunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai status bandara internasional, yakni belum dicabut dan hanya bakal terjadi evaluasi yang dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Karena berdasarkan keterangan dari Kemenhub, evaluasi bandara akan dilaksanakan setiap lima tahun sekali oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, Belitung saat ini menjadi satu di antara pilihan destinasi wisata terbaik di Indonesia. Sehingga, perlu fasilitas penunjang seperti keberadaan bandara bertaraf Internasional.

"Oleh karena itu kita, semua harus mendukung destinasi yang sejak lama sudah ada di Babel. Seperti adanya Bandara H AS Hanandjoeddin saat ini statusnya adalah bandara Internasional. Maka, itu merupakan penunjang dari kemajuan wisata itu sendiri, khusus di Pulau Belitung," terangnya.

Herman menegaskan, status Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, sebagai bandara internasional tidak dicabut, melainkan hanya bakal dilakukan evaluasi.

"Kami mendengar akan ada evaluasi terhadap status itu. DPRD Babel tentunya sangat mengharapkan status itu tidak dicabut," tegas Herman.

Ia mendorong, agar adanya peningkatan infrastruktur atau fasilitas di Bandara H AS Hanandjoeddin seperti Bandara Depati Amir yang ada di Kota Pangkalpinang.

"Karena kita melihat pelayanan di Bandara H AS Hanandjoeddin Belitung itu masih kurang. Salah satu contoh kami ambil garbaratanya, di Bandara H AS Hanandjoeddin tidak punya, kemudian VIP room kita tidak ada," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved