Berita Belitung

Pelindo Regional 2 Tanjungpandan Optimalkan Layanan ke Pengguna Jasa

Ferrial menjelaskan, sistem berthing windows mencakup kesepakatan dengan para pengguna jasa kepelabuhanan.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Pintu gerbang menuju area PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan pada Minggu (2/10/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) (Persero) Regional 2 Tanjungpandan berhasil mengoptimalkan pelayanan ke pengguna jasa kepelabuhanan di Pulau Bellitung dalam kurun waktu satu tahun pascamerger.

Keberhasilan tersebut merupakan dampak dari pemberlakukan sistem berthing windows atau pola terjamin setelah dilaksanakannya merger sejak 1 Oktober 2021.

Pembenahan dan transformasi pelayanan yang diterapkan sesuai dengan komitmen yang mengangkat tema 'Satu Tahun Pelindo untuk Indonesia Maju'.

"Pelayanan kami sekarang bisa lebih cepat dan lebih bagus terutama efek ke pengguna jasa," kata General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, Ferrial Dunan Sidabutar, pada Minggu (2/10/2022).

Ia menjelaskan, sistem berthing windows mencakup kesepakatan dengan para pengguna jasa kepelabuhanan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam kerja sama dengan DPC Asosiasi Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) Belitung, DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Belitung dan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Tanjungpandan.

Pada Januari 2022, dilaksanakan kesepakatan dengan beberapa agen pelayaran diantaranya PT Ligita Jaya, PT Lotus Putra Jaya, PT Belitung Jaya Line, dan PT Panbel Satyatama.

Sebagai bentuk dampak positif dari pemberlakuan sistem berthing windows atau pola terjamin, terjadi peningkatan kinerja jasa kepelabuhanan PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan juga terlihat dari pertumbuhan arus kapal, arus barang dan arus penumpang dibandingkan tahun 2021 lalu.

Kunjungan arus kapal tumbuh 26 persen, peti kemas 27 persen, general cargo 184 persen dan arus penumpang bertumbuh yang mencapai 295 persen.

"Saat ini, mereka selalu rutin rapat dua kali seminggu dengan pengguna jasa, tepatnya setiap Selasa dan Jumat, untuk memastikan pemberian layanan sandar kapal. Hal ini mengingat kendala pasang surut air laut yang harus diantisipasi dan siasati," kata Ferrial.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga telah melaksanakan pelayanan 24 jam selama tujuh hari kerja. Layanan tersebut telah dibahas dan disepakati oleh Gubernur Babel dalam rapat November 2021 lalu.

Dua hal ini dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap cost logistik agar bisa berkurang.

Oleh karena itu, pelayanan di Terminal Multipurpose Pelabuhan Tanjungpandan siap selama 24 jam, namun masih terkendala untuk fasilitas di luar pelabuhan, seperti gudang pengguna jasa yang pelayanannya belum siap 24 jam.

"Terminal kita siap, tapi di luar pelabuhan yang tidak siap. Nah itu yang kita alami di semua pelabuhan umum," beber Ferrial.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved