Wisata Belitung
Wisata Belitung: Mengenal Batu Satam Khas Belitung, Salah Satu Batu Langka di Dunia
Batu satam atau billitonite merupakan tektites khas dari belitung. Batu satam merupakan unsur langka yang perlu diakui sebagai warisan geologis.
POSBELITUNG.CO -- Batu satam atau billitonite merupakan tektites khas dari belitung.
Batu ini memiliki bentuk tak beraturan dengan tekstur berurat, dan berwarna hitam gelap.
Batu satam merupakan unsur yang sangat langka yang perlu diakui sebagai warisan geologis.
Melansir dari situs duniatambang.co.id, penamaan batu satam Belitung disebut billitonite karena mengacu pada tempat ditemukannya batu tersebut, yaitu Pulau Belitung.
Di belahan dunia yang lain, tektit juga dinamai dengan merujuk kepada tempat mereka ditemukan.
Seperti Australite yang ditemukan di Australia , Moldavite yang ditemukan di Republik Ceko, dan Ivorite yang ditemukan di Pantai Gading.
Saat ini terdapat empat wilayah sebaran bebatuan tektit di permukaan bumi yang dicatat oleh para geolog:
di antaranya Australasia, Eropa Tengah, Pantai Gading dan Amerika Utara.
Bebatuan tektit tersebut memiliki kemiripan satu sama lain, baik dari sisi fisikal, kimiawi, maupun usia bebatuan.
Tiga di antara empat wilayah persebaran batu tektit tersebut memiliki hubungan langsung dengan keberadaan kawah hasil benturan meteorit di lokasi penemuannya.
Di Belitung, batu satam dijadikan sebagai ikon kota Tanjungpandan, yakni ibu kota dari Kabupaten Belitung.
Sebuah tugu replika Batu Satam berada di tengah-tengah taman kota, tepatnya di Bouevard Simpang Lima Tanjungpandan.
Karena keunikannya, batu satam kerap dijadikan sebagai cenderamata atau oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung.
Di Belitung, masyarakat menjadikannya batu unik ini dalam berbagai bentuk perhiasan seperti cincin, liontin, dan giwang.
Batu berwarna hitam gelap ini juga kerap dipasang di tongkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/batu-satam_20170304_110810.jpg)