Berita Pangkalpinang
Gelar Ngopi Pekat, Molen Dengarkan Curhatan Masyarakat Sampai Larut Malam
Dimana kegiatan itu dibungkus dalam acara ‘Ngopi Pekat' akronim dari Ngobrol Sambil Ngopi Pemerintah dan Masyarakat.
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Maulan Aklil bersama Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Monica Haprinda serta sejumlah kepala perangkat daerah rela sampai tengah larut malam, hanya untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat, Selasa (15/11/2022) malam.
Molen sapaan akrab Wali Kota menyebut, kegiatan ini sengaja pihaknya lakukan untuk mendengarkan curhatan, saran, kritik dan masukan dari masyarakat selama ia menjabat sebagai kepala daerah.
Dimana kegiatan itu dibungkus dalam acara ‘Ngopi Pekat' akronim dari Ngobrol Sambil Ngopi Pemerintah dan Masyarakat.
"Alhamdulillah malam hari ini ngopi pekat ngobrol sambil ngopi pemerintah dan masyarakat. Santai, Mendengar saran masukan keluhan masyarakat," kata dia kepada Bangkapos.com usai kegiatan.
Molen mengatakan, memang banyak sekali masukan yang dirinya peroleh dari masyarakat melalui kegiatan seperti ini.
Mulai dari masalah lampu penerangan jalan umum (PJU), masyarakat di wilayah perbatasan, banjir, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram hingga permasalahan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Baik BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan bagi tenaga honorer dan Satuan Tugas (Satgas) Smile.
Diakui dia, apapun yang menjadi keluhan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah kota dalam mensejahterakan warga.
Pihaknya sendiri langsung menyikapi apa yang menjadi mau masyarakat. Maka dari itu, momentum seperti ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kita juga sekaligus menginformasikan kegiatan kebijakan apa yang sudah kita lakukan, progresnya seperti apa secara langsung kepada masyarakat. Ada yang langsung kami sikapi, seperti lampu jalan dan beberapa langsung selesaikan," jelas Molen.
Di sisi lain lanjut dia, dari beberapa permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat ada beberapa yang langsung ditindak lanjuti.
Seperti halnya lampu PJU, ia menjanjikan pada tahun ini akan dipasang sejumlah lampu di beberapa ruas jalan yang diminta masyarakat.
Sementara itu perihal pengerukan sungai Mangkol, kelangkaan gas elpiji hal itu akan segera pihaknya tindak lanjuti.
Pasalnya, berkaitan dengan pendangkalan sungai Mangkol yang kerap menyebabkan banjir butuh kerjasama antar kabupaten kota dan provinsi.
Mengingat kawasan itu adalah perbatasan. Sedangkan permasalahan gas, itu merupakan kewenangan provinsi sehingga hal ini akan dibawa ke pemerintah provinsi.
"Ada juga pekerjaan rumah kita. Ini akan kita catat dan rangkum mana yang akan kita kerjakan dulu, jangka menengah dan jangka panjang," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20221116-Berdiskusi-bersama-masyarakat.jpg)