Investigasi Prostitusi Online

Tergiur Hidup Hedon, Remaja di Pangkalpinang Gunakan MiChat Jaring Pelanggan, Berikut Faktanya

Tidak hanya di kota-kota besar, prostitusi online menggunakan MiChat sudah mewabah ke daerah, khususnya Provinsi Bangka Belitung

Tribunnews.com
Ilustrasi pekerja seks komersial atau PSK 

POSBELITUNG.CO -- Prostitusi online menggunakan aplikasi MiChat sangat populer digunakan para pekerja seks komersial saat ini.

Tidak hanya di kota-kota besar, prostitusi online menggunakan MiChat sudah mewabah ke daerah, khususnya Provinsi Bangka Belitung.

Untuk menelusuri hal tersebut, tim bangkapos.com melakukan investigasi dengan terlebih dulu mengunduh aplikasi MiChat.

Tim melengkapi data pribadi secara samaran

Selanjutnya tim mencoba MiChat untuk mencari keberadaan para PSK di Kota Pangkalpinang.

Tahap selanjutnya langsung mengaktifkan tombol lokasi terdekat. Sontak saja dalam sekejap, profil para user langsung terurut mulai dari lokasi yang paling dekat dengan posisi pengguna hingga yang terjauh.

Hasil penelusuran setidaknya ada 11 akun yang terdeteksi secara gamblang menawarkan jasa berhubungan badan, dimulai dari jarak terdekat 300 meter hingga terjauh tiga kilometer ketika mengakses aplikasi MiChat dari Kelurahan Kacangpedang Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Ada yang menyiapkan kos, ada juga yang hanya bersedia di hotel. Sementara itu tarif yang ditawarkan rata-rata berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu untuk sekali kencan.

Tim lantas menelusuri para penjaja cinta sesaat ini dan berhasil mewawancarai Sinta (bukan nama sebenarnya), salah seorang pekerja seks online yang menawarkan diri melalui MiChat jarak 300 meter dari lokasi akses.

Perempuan dengan foto profilnya yang sedikit terbuka itu mematok tarif sebesar Rp 600 ribu untuk jasa plus-plus sekali main.

Namun dikarenakan terlalu mahal, tim mencoba sedikit negosiasi melalui MiChat tadi. Akhirnya dengan negosisasi yang cukup alot, pekerja malam ini pun bersedia menurunkan harga.

"Ada harga ada kualitas bang, kalau mau nego bisa sekitar Rp 400 ribu, tapi nanti gak puas," ujarnya membalas chat.

Setelah deal dengan harga, Sinta kemudian menawarkan tempat untuk memuaskan hasrat dan nafsu kliennya.

"Mau di kos atau di hotel bang, enaknya di hotel saja ya biar kita main sampai puas beronde-ronde," ujarnya membalas chat dengan emot cinta.

Namun saat itu, tim memutuskan untuk tidak bertemu langsung dengan Sinta melainkan komunikasi intens saja via MiChat dengan mengimingi pekerja seks itu bayaran yang lebih.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved