TKI
Curhat TKI Taiwan, Dituduh Mencuri hingga Diusir oleh Majikan, Risiko Jaga Lansia Harus Sabar
Menjaga lansia yang sudah memiliki penurunan daya ingat menjadi pekerjaan utama dari seorang TKI perempuan bernama Ita. Terkadang batas kesabarannya.
"Ini malamnya, jam 10 malam, kondisi dia sudah minum obat tidur tapi di pikirannya itu bahwa duitnya itu hilang," kata Ita.
"Jadi itu uangnya dia simpan sendiri, dia lupa sendiri, tapi dia merasa tidak lupa. Jadi seperti kayak orang stres gitu ya, tapi memang dipikirannya itu ya uang terus,"
"Bahwa dia ada uang, dia simpan tadinya di mana, pindah ke mana, dan itu dia tidak merasa mindahkan barangnya itu," jelas Ita.
Berpengalaman mengurus lansia tersebut, TKI perempuan ini berbagi sedikit tips kepada rekan seprofesinya yang lain.
Ia menyarankan agar pada TKI yang lain harus tetap menjaga emosi agar tidak tepancing, harus banyak sabar, dan mengelus dada.
"Jadi menghadapi pasien yang seperti ini, terutama saya, suka tarik nafas, jaga emosi. Tapi memang kadang-kadang suka marah," tutur Ita.
Ita juga sempat menunjukan sikap random lain yang kerap dilakukan oleh majikannya tersebut, majikan Ita kerap menyimpan barang yang ia anggap berharga di tempat yang tidak masuk akal dan bukan tempatnya.
Hal itu dilakukan agar barang yang ia sayangi itu tetap berada dalam pantauan matanya.
Seperti kue yang ia terima dari anaknya, saking sayangnya kue tersebut tidak dimakan oleh majikan Ita. Ia lantas menyimpan kue itu atas tumpukan baju di rak yang ada di dalam kamar.
"Bahkan ini kue hadiah hari ibu dari anaknya, mungkin saking tidak mau dimakan orang atau gimana, disimpan di atas baju, dan ini lemarinya tutupnya sampai copot karena dibuka-ditutup, sampai rusak," urai Ita.
Drama kehilangan uang masih terus berlanjut, meski jarum jam terus berputar hingga larut malam dan hari berganti, majikan Ita masih berusaha menemukan uangnya yang dianggap hilang.
Tak hanya itu, majikan Ita juga melakukan kegiatan random lainnya, seperti membuat keributan di tengah malam.
Majikan ita terlihat memukul-mukul benda hingga menimbulkan suara keras, lalu tersenyum lega usai melakukannya. Padahal saat itu jarum jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
Begitula resiko seorang TKI perempuan atau TKW yang bekerja menjaga lansia di luar negeri, Ita memberikan pesan kepada rekan seprofesinya untuk memupuk terus rasa sabar dan mental yang kuat.
TKI perempuan ini menegaskan, beberapa modal yang dibutuhkan itu merupakan pegangan kuat bagi para TKI jika ingin betah bekerja di Taiwan dengan jobdesk menjaga lansia.
"Calom PMI, sebagai PMI yang sudah ada di Taiwan atau yang belum di Taiwan, harus jaga mental, yang kedua harus sehat, yang ketiga harus bisa bahasa," tutur Ita.
(Posbelitung.co/Fitri Wahyuni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20221203-ITA-TKI-TAIWAN-G.jpg)