Berita Pangkalpinang

Kasus HIV/Aids di Pangkalpinang Meningkat, Terbanyak Penyuka Sesama Jenis dan WTS

Berdasarkan catatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang mencatat sebanyak 510 pasien terkonfirmasi positif HIV-AIDS.

Tayang:
thinkstock/vchal
Ilustrasi HIV/AIDS 

POSBELITUNG.CO -- Berdasarkan hasil rekapitulasi sejak September 2007 sampai 2022 jumlah HIV-AIDS di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung semakin bertambah.

Berdasarkan catatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang mencatat sebanyak 510 pasien terkonfirmasi positif HIV-AIDS.

Rata-rata diderita oleh kelompok penyuka sesama jenis.

Diketahui penyakit HIV merupakan singkatan dari human immunodeficiency virus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menghancurkan atau mengganggu fungsinya.

Hingga saat ini tidak ada obat yang mampu menyembuhkan HIV-AIDS, tetapi kepatuhan yang ketat untuk mengonsumsi rejimen anti-retroviral (ARV) dapat secara dramatis memperlambat bertambah parahnya penyakit serta mencegah infeksi sekunder dan komplikasi

Namun ada juga para wanita tuna susila yang kerap berhubungan intim bebas gonta ganti pasangan tanpa pengaman yang turut terjangkit.

Penanggung jawab poli khusus HIV, dr Eva Lestari menggungkapkan jumlah tersebut bisa saja bertambah hingga ribuan mengingat adanya penderita yang enggan mengecek ke rumah sakit.

"Ini bisa kita ibaratkan gunung es di puncaknya sedikit, tapi ternyata di bawah justru banyak, bisa diibaratkan seperti itu kasus HIV-AIDS ini, namun pada intinya populasi penyuka sesama jenis lah yang terbanyak selama satu tahun terakhir karena mereka berhubungan intim bebas tanpa pengaman, tapi untuk kategori lesbi atau perempuan suka perempuan itu tidak ada," ungkap Eva kepada Bangkapos.com Jumat (2/8/2022) sore.

Diketahui penderita HIV-AIDS tercatat rata-rata berusia produktif dengan rentang usia 20-40 tahun.

Sementara itu, dari ratusan pasien itu, penyakit yang disebabkan retrovirus ini menyerang berbagai kalangan dengan ragam profesi, beberapa di antaranya PNS, pegawai swasta hingga anak sekolah. Namun, ada kasus pasien HIV terjangkit dari ibunya saat di kandungan.

Eva menjelaskan para penderita HIV-AIDS ini selalu menjalani perawatan secara rutin melalui pemberian obat-obatan.

"Kami yang pasti selalu memberi konseling dan arahan kepada mereka agar tidak melakukan secara bebas lagi," ucapnya.

Bahkan, pihak rumah sakit kerap menerima kunjungan belasan hingga puluhan penderita HIV-AIDS setiap harinya.

"Stok obat ARV kita alhamdulillah cukup jadi bisa menangani pasien yang banyak ini, rata-rata mereka ke sini ambil obat, kalau untuk pengecekan itu tidak terlalu banyak," tuturnya.

Dikatakannya , sampai saat ini memang belum ada obat ampuh yang mampu menyembuhkan penyakit mematikan itu, namun ada obat seperti ARV (antiretroviral) yang mampu menekan virus HIV dan menjaga kestabilan imun.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved