Berita Belitung

14 Calon Jemaah Haji Prioritas Beltim, Diberangkatkan Tahun 2023

Jumlah kuota normal jemaah haji untuk Indonesia yang disepakati oleh Arab Saudi dan Menteri Agama RI ada sebanyak 221.000 orang.

Penulis: Sepri Sumartono |
Posbelitung.co/Sepri
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Beltim, Hasmariyati. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ada 14 calon jemaah haji prioritas Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang akan diberangkatkan ke tanah suci pada musim haji tahun 2023 ini.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Kasi PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Beltim, Hasmariyati mengatakan, ke-14 calon jemaah haji ini adalah mereka yang pada sesi keberangkatan tahun sebelumnya terkendala batasan usia dan nomor kursi.

Hasmariyati menyampaikan, Kemenag Beltim sudah menerima siaran pers dari Kemenag RI terkait kesepakatan Indonesia dengan Arab Saudi tentang penghapusan batasan usia dan pengembalian kuota normal.

"Secara resminya kami belum menerima surat keputusan, biasanya ada berbentuk peraturan menteri agama. Tapi kemarin baru sebatas siaran pers," kata Hasmariyati pada Selasa (10/1/2023).

Lebih lanjut Hasmariyati menjelaskan, Menteri Agama RI berkunjung ke Arab Saudi untuk menandatangani kesepakatan kuota haji untuk Indonesia yang kembali normal seperti tahun 2019.

Jumlah kuota normal jemaah haji untuk Indonesia yang disepakati oleh Arab Saudi dan Menteri Agama RI ada sebanyak 221.000 orang.

"Kembali ke normal lagi tanpa adanya pembatasan usia," kata Hasmariyati kepada Posbelitung.co di Kantor Kemenag Beltim.

Hasmariyati mengatakan, jumlah calon jemaah haji yang diberangkatkan dari Beltim di tahun lalu seharusnya ada sebanyak 19 orang, namun dua orang sudah dimutasi ke Kota Palembang dan masih tersisa 17 orang.

Lalu, dari 17 orang tersebut yang berangkat hanya tiga orang saja dan menyisahkan 14 orang yang keberangkatannya tertunda sebab adanya batasan usia dan nomor kursi .

"Dan mereka ini semuanya sudah melakukan pelunasan di tahun 2020. Jadi yang akan berangkat di tahun 2023 prioritas 14 orang yang tertunda ini," katanya.

Hasmariyati menjelaskan, Kemenag Beltim juga belum mendapatkan surat resmi terkait biaya untuk keberangkatan haji di tahun 2023, namun besaran biaya keberangkatan di tahun yang lalu berkisar sekitar Rp33 juta.

"Dapat akomodasi, transportasi, konsumsi, selama penyelenggaraan Haji dari embarkasi, sampai ke Arab Saudi sampai pulang lagi," jelasnya.

"Itu (biaya keberangkatan) namanya pelunasan, kan bisa berubah biayanya, kalau setoran awal tetap Rp25 juta dan waktu waiting list jika daftar sekarang sekitar 25 tahun," ujarnya.

Hasmariyati menyampaikan, yang memiliki kuota jemaah haji itu adalah provinsi bukan kabupaten, sehingga Beltim hanya ikut mengisi kuota Kepulauan Bangka Belitung sesuai dengan nomor urut kursi.

"Kuota Babel 1065, kita berurutan jadi sesuai nomor urut itu lah nanti Beltim kebagian berapa. Paling banyak 50 jemaah paling sedikit 17 saat kuota normal," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved