Berita Belitung Timur
Lima Tahun Lagi, Kopi Bakal Jadi Komoditi Khas Belitung Timur
Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) memprediksi dalam waktu lima tahun yang akan datang kopi akan menjadi komoditi khas Belitung Timur (Beltim).
Penulis: Sepri Sumartono |
POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) memprediksi dalam waktu lima tahun yang akan datang kopi akan menjadi komoditi khas Belitung Timur (Beltim).
Kepala Distangan Beltim, Heryanto mengatakan akan terus mengembangkan komoditi kopi mulai dari luasan lahan tanam hingga peningkatan teknik budidaya sehingga bisa mendapatkan bibit-bibit unggul.
Selain itu, Heryanto menyampaikan Distangan Beltim juga akan memberikan bantuan pupuk untuk petani dan pendampingan pengolahan hasil pasca panen.
Kalau untuk saat ini, kata Heryanto, komoditi kopi masih belum bisa memberikan kontribusi ekonomi karena luasan lahan tanamnya belum signifikan di masing-masing petani.
"Karena saat ini petani masih menanamnya sebagai tanaman sela, belum terlalu bisa mengangkat tingkat kesejahteraan," katanya, Selasa (10/1/2023).
Namun, kalau lahan tanam yang diupayakan sudah semakin luas, Distangan memperkirakan komoditi kopi ini dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian.
Sekali lagi Heryanto menegaskan, pada dasarnya kopi sangat memungkinkan menjadi komoditi khas Beltim jika teknik budidaya, pengolahan serta pemasaran dilakukan seperti semestinya.
"Ada teknik budidayanya, dan ini harus petani ikuti, kemudian teknik pengolahan pasca panen, ini akan menentukan kualitas kopi tadi. Kalau petaninya serius, dalam waktu lima tahun bisa menjadi komoditi khas. Kita harap petani bisa lebih giat," katanya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Distangan Beltim, Marlina menambahkan, saat ini pemerintah sudah mencatat ada sebanyak 62 petani kopi yang memiliki lahan tanam seluas 33,07 Hektare pada data terakhir Tahun 2021 lalu.
Menurut Marlina, sempat ada bantuan pemerintah terkait bibit kopi namun banyak yang tidak berhasil karena salah cara membudidayakannya.
"Kalau di tempat yang panas kan automatis mati. Petani belum bisa menempatkan tumbuhan di tempat yang sesuai misalnya di ketinggian berapa," katanya. (Posbelitung.co/Sepri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230110-Kepala-Distangan-Heryanto-didampingi-Kabid-Perkebunan-Marlina.jpg)