Berita Belitung
Pendangkalan Alur Kapal Pelabuhan Tanjungpandan, Pasokan Komoditas Terlambat
Keberadaan kapal Roro bisa memotong dari segi lamanya waktu pelayaran yang hanya butuh 18 jam pengiriman dari Jakarta ke Belitung.
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
"Kalau sekarang mereka mengeluhkan barang tertahan di Jakarta, tertahan di ekspedisi karena tidak memungkinkan mengirimkan kapasitas yang lebih besar sehingga semua aspek terpengaruh, dari bisnis dan kebutuhan masyarakat terlambat," jelasnya.
Sementara jika kapal bersandar di Pelabuhan Tanjung Ru, ekspedisi harus mengeluarkan biaya karena harus melalui jalur darat.
Ditambah risiko mobil terbalik karena angkutan berat dan memerlukan bahan bakar yang lebih banyak. Berbeda jika bersandar di Pelabuhan Tanjungpandan yang lebih dekat dengan kantor.
Yasser pun berharap pengerukan alur kapal dapat dilakukan secepatnya apalagi pasokan di Pulau Belitung bertumpu pasokan dari Jakarta, begitu pula pengiriman hasil bumi Belitung yang perlu dikirim ke Jakarta.
"Artinya penting lah untuk segera dilakukan, apalagi dari nelayan yang mengharapkan. Risiko juga kalau kapal kami bertemu dengan nelayan, kalau tergeser pertaruhan menyangkut nyawa juga, harus sama-sama bertarung dengan alur yang sempit," katanya.
"Kami mendorong pemerintah dan Pelindo untuk sama-sama berbenah. Keberadaan kapal Roro, kita tidak punya Pelabuhan representatif, maka setidaknya ada pelabuhan yang layak," tutur dia.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230125-Dialog-ruang-kita.jpg)