Berita Pangkalpinang
Pemprov Babel Data Warga Miskin Secara Akurat: di Mana Ada Orang Miskin Ekstrem, Itu yang Ditangani
BPS mencatat Provinsi Bangka Belitung termasuk derah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga se-Indonesia dengan angka 4,61 persen.
Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2022 sebesar 6,26 persen, turun menjadi 6,13 persen pada September 2022.
"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi yang memiliki persentase dan jumlah penduduk miskin terendah di Sumatra, yaitu sebesar 4,61 persen dan 69,69 ribu orang, atau terendah ketiga Se-Indonesia," jelas Sri Hapsari kepada Bangkapos.com, Selasa (24/1/2023).
Sri menyebut faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2022–September 2022 antara lain, saat pemerintah mengumumkan penyesuaian harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax.
Harga ketiga jenis BBM tersebut mengalami kenaikan dan memengaruhi harga-harga komoditas makanan maupun bukan makanan.
Kemudian, September 2022 inflasi tahun kalender sebesar 4,87 persen dan secara tahun ke tahun sebesar 6,67. Sementara periode Maret 2022 - September 2022, angka inflasi umum tercatat sebesar 3,80 persen.
"Selanjutnya, faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, menurut PDRB lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan merupakan sektor unggulan yang memiliki share terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan III-2022," bebernya.
Sementara itu Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurun. NTP kondisi September 2022 tercatat sebesar 119,03, mengalami penurunan 20,32 poin dibandingkan NTP Maret 2022 yang tercatat 139,35.
Dia mengatakan, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan sebesar 30,21 ribu orang, dan jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan sebesar 39,48 ribu orang.
"Secara umum pada periode Maret 2011–September 2022, tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berfluktuasi dari tahun ke tahun, tetapi menunjukkan tren yang menurun," kata Sri.
Dia menjelaskan, pada periode 2011 hingga September 2022 jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 2,3 ribu orang, yaitu dari 71,99 ribu orang pada Maret 2011 menjadi 69,69 ribu orang pada September 2022.
Tingkat kemiskinan menurun dari 5,75 persen pada Maret 2011 menjadi 4,61 persen pada September 2022.
"Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 sampai Maret 2021 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia," tuturnya.
Standar KFM Cukup Tinggi
Kepala Badan Perencanaan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bappeda Babel), Fery Insani membeberkan standar kebutuhan fisik minimum (KFM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang lebih tinggi dibanding nasional.
"Babel itu sebetulnya dengan standar KFM cukup tinggi, kebutuhan fisik minimum di angka di atas Rp800 ribu per kapita per bulan. Secara nasional itu, KFM sebenarnya di angka Rp535 ribu per kapita per bulan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230126-Penjabat-Gubernur-Bangka-Belitung-Ridwan-Djamaluddin.jpg)