Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Data Warga Miskin Secara Akurat: di Mana Ada Orang Miskin Ekstrem, Itu yang Ditangani

BPS mencatat Provinsi Bangka Belitung termasuk derah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga se-Indonesia dengan angka 4,61 persen.

Tayang:
Penulis: Novita CC | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Penjabat Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melakukan pendataan secara akurat mengenai jumlah warga miskin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Dia menyebut, standar hidup di Bangka Belitung cukup tinggi, akan tetapi memang angka kemiskinan rendah.

"Memang dari dulu kita masuk lima besar terendah, pernah nomor satu terendah secara nasional," kata Fery.

Kendati begitu, pemerintah juga menyoroti dan ingin menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tercatat sebanyak 1,22 persen.

"Kemiskinan secara umum, tapi kalau kemiskinan ekstrem, kita di angka 1,22 persen. Kemiskinan ekstrem itu secara standarnya, orang itu harus membelanjakan kira-kira Rp300 ribu per bulan. Kalau tidak belanja atau di bawah itu, maka masuk kemiskinan ekstrem, mungkin kelompok lansia yang tidak punya apa-apa," bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, ikut menanggapi soal angka kemiskinan di Babel yang nomor ketiga terendah.

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk daerah yang memiliki penduduk miskin paling sedikit ketiga, itu karena pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sehingga masyarakatnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik dan tentunya berkolerasi terhadap pendapatan perkapita di Bangka Belitung," kata Budi.

Masyarakat Babel, lanjutnya, kebanyakan bekerja di sektor pertambangan timah dan perkebunan. Pulau Bangka dan Belitung kaya akan timah dan beberapa penduduknya memiliki perkebunan sendiri maupun keluarga, yang menopang kehidupannya.

"Walaupun masyarakatnya masuk ke dalam kemiskinan yang dinamis, namun masyarakatnya dapat dengan mandiri dalam menjalankan kehidupannya dengan berkebun, baik individu maupun keluarga," kata Budi Utama. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved