Berita Belitung
Peneliti IPB Garap Potensi Wisata Belitung yang Berbasis Sumber Daya Hayati
Pemilihan Pulau Belitung sebagai lokasi riset dilatarbelakangi adanya kerjasama yang telah dilakukan dengan pemerintah Kabupaten Belitung.
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
"Punya track record kerjasama sejak 2018, dan Belitung juga sedang menggalakkan pariwisata, sehingga saya kira bagus melakukan penelitian di Belitung untuk mendukung pariwisata," jelasnya.
Dalam proses penelitian yang akan berlangsung hingga 2026, Miftah mengharapkan dukungan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk pendampingan dan penghubung dengan masyarakat maupun pengelola destinasi wisata. Termasuk dukungan penyediaan akomodasi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian.
Di antara fokus penelitian yang akan berlangsung hingga 2026 yakni mengenai pariwisata berbasis pertanian, kehutanan, dan ekosistem laut.
"Kalau berwisata berbasis sumber daya hayati akan memberikan pengalaman baru, berbeda jika berwisata pantai, satu dua kali sudah bosan karena tidak ada yang berubah," kata Koordinator working package (WP) 1 UKICIS IPB, Triadiati.
Ia menjelaskan, dalam penelitian ini, timnya memiliki tiga bahasan, di antaranya pariwisata berbasis pertanian, yang akan menjadi mengkaji tentang lada yang merupakan komoditas khas Pulau Belitung. Arah penelitian yang dilakukan pun bertujuan agar ada perkebunan lada yang dapat menjadi percontohan serta bisa dikemas sebagai aktivitas wisata.
Selanjutnya dalam riset mengenai hutan, pihaknya pun akan mengidentifikasi kekhususan hutan yang ada di Belitung dan Belitung Timur. Seperti adanya hutan kerangas di Belitung Timur beserta spesifikasi ekosistemnya.
Kemudian pariwisata berbasis kekhususan laut dan pesisir, akan dicari ikan-ikan atau terumbu karang spesifik. Begitu pula dengan kekhasan air tawar yang memiliki ikan endemik akan ditonjolkan ciri khas masing-masing kabupaten di Pulau Belitung.
Hasil akhir dari penelitian yakni mengembangkan kalender wisata bagi dua kabupaten ini. Tri menjelaskan, dengan adanya kalender ini, misalnya, akan diketahui musim panen lada sehingga bisa menawarkan paket wisata panen pada kepada wisatawan.
"Juga misalnya wisata laut, kapan waktu terbaiknya," ujar dia.
Sejauh ini dari rangkaian riset yang dilakukan, baru dilakukan identifikasi target dan masih akan terus dilakukan kajian lebih lanjut.
Sementara itu, pada penelitian yang dilakukan berkaitan dengan wisata edukasi lebah, madu, dan propolis, koordinator WP 2, Rika Raffiudin menjelaskan potensi budidaya madu di Belitung dan Belitung Timur termasuk besar. Apalagi jika melihat populasi lebahnya tinggi, wajar peternaknya banyak dan hasil yang tinggi.
"Makanya ketika digabung dan dikemas dengan wisata edukasi, ini menjadi potensi luar biasa. Bahkan saya terpikir membuat video pendek perjalanan lebah agar menjaga kelestarian alam," katanya.
Tim tersebut memulai riset tahap I pada 14-24 Januari lalu ke peternak lebah di tujuh kecamatan di Belitung Timur dan tiga kecamatan di Belitung untuk mengetahui cara budidaya lebah, perkembangan ekonomi, permasalahan, dan awal mula peternakan lebah menggarap budidaya lebah sebagai sumber mata pencaharian.
Termasuk mengetahui jenis lebah teran yang ada di Belitung dan Belitung Timur yang diternakkan.
"Di Gantung saya ada wawancara responden, lebah terannya di kompleks perumahan, tanamannya bagus, sehingga lebahnya bisa ke mana-mana, selain lebah untuk melestarikan hutan, itu juga target kami, namanya urban bees dengan pemeliharaan lebah di pekarangan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230126-Meneliti-di-Pulau-Belitung.jpg)