Pos Belitung Hari Ini

Timsel Bekerja Independen, Penjaringan Calon Komisioner KPU Rawan Lobi Politik

Timsel bentukan KPU RI ini akan menjaring calon anggota KPU Babel yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2023 mendatang.

Istimewa
Pos Belitung Hari Ini, Selasa (31/1/2023). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Tim seleksi (Timsel) Komisioner KPU Provinsi Bangka Belitung (Babel) periode 2023-2028 sudah terbentuk.

Timsel bentukan KPU RI ini akan menjaring calon anggota KPU Babel yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2023 mendatang.

Penetapan tim seleksi ini berdasarkan surat keputusan KPU nomor 47 tahun 2023 tentang Penetapan Keanggotaan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum di 20 provinsi,termasuk Babel.

Tim seleksi calon komisioner KPU Babel berjumlah lima orang.

Dari lima nama itu diketahui berasal dari kalangan akademisi, organisasi kemasyarakatan atau ormas, tokoh agama maupun masyarakat.

Mereka adalah, Andika Saputra (Ketua PP Muhammadiyah Babel), Iskandar (Dosen IAIN SAS Babel), Derita Prapti (Dosen UBB/Fatayat NU), Basit Cinda (Ketua KAHMI Babel), dan Suparta.

Anggota tim seleksi yang terpilih merupakan nama-nama yang ditunjuk langsung KPU RI tanpa melalui proses pendaftaran/rekruitmen terbuka sebagaimana sebelumnya.

Tim seleksi akan melakukan proses seleksi mulai Februari hingga April 2023.

Terpilihnya lima anggota timsel calon anggota KPU Babel yang berasal dari berbagai kalangan, di antaranya ormas itu dikomentari oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Babel, Azwari Helmi.

Ia menyebutkan Timsel Calon Komisioner KPU Babel yang isinya orang-orang organisasi, merupakan hal yang sudah sering terjadi.

Bukan hanya di Babel tetapi di tempat lain juga terjadi hal sama.

"Jadi bukan hanya di Babel, ini untuk mengakomodir dari sejumlah organisasi. Tetapi walaupun demikian tetap ada tujuan dan kepentingan. Namun, tentu harapan kita bagaimanapun, komisioner KPU nanti memang terpilih yang terbaik untuk kita. Baik secara akademis dan lainnya," ujar Helmi kepada Pos Belitung, Senin (30/1/2023).

Disinggung apakah ada kemungkinan, timsel ini akan mengakomodir calon anggota KPU dari organisasi
tertentu, Azwari Helmi menegaskan hal itu bisa saja terjadi.

"Bisa jadi, ini kan namanya ada lobi-lobi kepentingan, kalau bahasa warung kopi bagi-bagi kue lah. Pasti ada lobi-lobi politik. Itu tidak bisa kita pungkiri dalam berpolitik saat ini, bukan hanya di daerah, pusat juga begitu," pesannya.

Namun dia berharap, nama-nama timsel yang telah ditetapkan itu mampu bekerja dengan profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved