Dua Tahun BSI, Laba Bersih Berhasil Tumbuh 40,68 Persen Sepanjang 2022
BSI mencatat laba bersih Rp 4,26 triliun atau tumbuh 40,68 persen secara tahunan (yoy) sepanjang 2022.
Penulis: AMALIA PURNAMA SARI | Editor: AMALIA PURNAMA SARI
Pencapaian tersebut memberikan pengaruh positif terhadap rasio biaya dana (CoF) BSI menjadi 1,62 persen.
Rasio keuangan BSI juga tumbuh dan terintermediasi dengan baik. Terlihat dari pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 16,84 persen dari pengembalian aset (ROA) sebesar 1,98 persen.
Selain itu, dari sisi biaya, BSI mencatat efektivitas dan efisiensi yang tercermin dari rasio biaya operasional (BOPO) sebesar 75,88 persen.
BSI yakin bahwa kinerja positif tahun 2022 akan terus berlanjut pada 2023. Terlebih, saat ini perseroan terus fokus membangun sistem Islami dan memperkuat ziswaf untuk kepentingan umat.
“BSI siap membawa babak baru industri keuangan syariah melalui model bisnis layanan keuangan, sosial, dan spiritual yang dapat menjawab segala kebutuhan nasabah,” ucap Hery.
Hery menjelaskan, BSI terus menyasar nasabah-nasabah yang memiliki aset pertama, berpenghasilan tetap, dan wirausaha.
Pada 2022, sebutnya, segmen pembiayaan konsumer (Griya, Oto, Multiguna) berkembang pesat.
"Begitu pula dengan eceran berfokus pada pembiayaan sindikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, dan pembiayaan mikro berfokus pada penyaluran pembiayaan UMKM, KUR dan kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah," ujarnya.
Layanan digital BSI melonjak
Efisiensi yang mendorong kinerja perseroan pun didukung oleh akselerasi digital. Hal ini terlihat dari lonjakan jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 4,81 juta pengguna atau naik sebesar 39 persen yoy.
Jumlah pengguna yang semakin meningkat ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat yang semakin melek digital dan familier dengan layanan perbankan elektronik BSI.
Untuk menjaga kinerja perbankan elektronik tetap semakin impresif, BSI terus menyediakan layanan solusi satu atap BSI Mobile yang mampu menjangkau nasabah di seluruh segmen dengan mengedepankan kemudahan layanan finansial, sosial, dan spiritual.
Rights issue BSI oversubscribed 1,4 kali
Menutup kinerja tahun 2022, BSI juga menyelesaikan proses hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan kelebihan permintaan sebanyak 1,4 kali.
Pada HMETD itu, BSI mengeluarkan sebanyak 4.999.952.795 saham baru Seri B senilai Rp 5 triliun, sehingga total modal BSI menjadi sebesar Rp 34 triliun.
Aksi korporasi tersebut, selain berhasil meningkatkan jumlah saham yang dimiliki masyarakat dengan ketentuan minimum yang berlaku, juga menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental perseroan.
Ke depannya, perseroan optimistis saham BSI akan bergerak positif seiring dengan kinerja perseroan yang terus tumbuh dari sisi inovasi produk dan digitalisasi layanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/BSI-catatkan-kinerja-impresif-sepanjang-2022.jpg)