Berita Belitung Timur

Buntut Penggerebekan Sebelas Remaja di Penginapan, Fezzi Minta Pengawasan Hotel Diperketat

Apalagi baru-baru ini, terungkap kasus sebelas anak di bawah umur di Belitung Timur digerebek Satpol PP di sebuah penginapan di Manggar.

HAI-online
Ilustrasi remaja SMA. 

POSBELITUNG.CO - Program Bupati Belitung Timur (Beltim) yakni Yuk ke Sekula, harus lebih digalakkan lagi. Program itu tal hanya bertujuan untuk mengentaskan angka putus sekolah, namun juga untuk meminimalisir tindakan asusila anak remaja, usia bawah umur. 

Apalagi baru-baru ini, terungkap kasus sebelas anak remaja, usia di bawah umur di Belitung Timur digerebek Satpol PP di sebuah penginapan di Manggar, diduga mabuk-mabukan dan melakukan hubungan intim di luar nikah

Oleh karena itu Program Bupati Beltim "Yuk ke Sekula" merupakan hal  yang mutlak diterapkan. "Per 2021 kemarin, ada 120 anak yang putus sekolah di Beltim. Angka ini sebagai gambaran bahwa program bupati itu tepat, tapi implementasi di lapangan kurang efektif. Makanya harus digalakkan lagi," kata Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja kepada Posbelitung.co, Senin (27/2/2023).

Ia mengaku pernah mendengar program tersebut berhasil membawa satu anak kembali bersekolah. Harusnya, lanjut Fezzi, tidak hanya anak itu saja, tapi juga lebih banyak lagi.

Fezzi juga meminta bupati menginstruksikan kepada Pihak Dinas Pendidikan agar mendata anak-anak yang putus sekolah supaya bisa diedukasi lagi dalam Program Yuk ke Sekula.

"Anak yang sekolah saja bisa nakal, apalagi yang tidak sekolah. Ditambah dengan lingkungan sampai tontonan mereka yang tidak terkontrol," kata Politisi PDIP itu.

Dalam hal ini, peran orang tua sangat vital dalam permasalahan tersebut. Semua sektor harusnya bisa berkontribusi agar masalah ini tidak terulang lagi dan lagi.

Selain itu Fezzi minta pengawasan terhadap hotel dan penginapan harus lebih diperketat karena tempat seperti ini jika tidak diawasi bisa jadi sarang prostitusi di Belitung Timur, apalagi prostitusi anak.

"Lebih ketatkan lagi kontrol dari Satpol PP, jalankan Perda jam malam, dan rutin memeriksa ke tempat-tempat yang terindikasi," ucap Fezzi seraya berharap kejadian melibatkan asusila anak tidak lagi terulang, sehingga seluruh sektor dari hulu ke hilir harus bekerja sama guna mencegah dan menanggulangi masalah ini.

Psikolog Klinis RSUD Muhammad Zein Beltim, Fitriana Mios Pradika mengatakan, terkait kasus sebelas anak yang diduga mabuk-mabukan dan berbuat asusila beberapa waktu lalu, disebabkan karena beberapa faktor.

"Yang paling utama adalah mereka kekurangan perhatian dan kasih sayang. Peran orang tua lagi-lagi sangat penting di sini. Kalau dua hal itu tidak mereka dapatkan di rumah pasti mereka mencarinya di luar," kata Mios kepada Posbelitung.co, Senin (27/2/2023).

Selain itu, faktor ekonomi juga berperan besar kata psikolog ini.

Pada usia anak yang masih labil kemudian diibandingkan dengan teman sebayanya yang berkecukupan, maka sang anak akan mencari jalan untuk memenuhi gengsinya.

Antara lain hal yang mudah dan cepat yaitu menjual diri kepada orang lain lewat aplikasi, bahkan antar sesama teman.

"Gengsi di usia mereka masih sangat tinggi. Jadi mereka akan berlomba jadi paling keren di mata teman-temannya. Semuanya dihalalkan," kata Mios.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved