Bisnis

Peternak Mandiri di Belitung Keluhkan Harga Ayam, Begini Pendapat Anggota DPRD

Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi menilai, jika persediaan ayam melimpah secara otomatis berdampak pada penurunan harga.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Ist/dok pribadi Yahya
Ayam pedaging di kandang ayam milik Yahya di Desa Perawas. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Harga jual ayam di level kandang yang terjadi beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan para peternak mandiri di Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kondisi itu disanyalir pertumbuhan bisnis peternakan ayam skala besar yang membuat stok melimpah.

Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi menilai, jika persediaan ayam melimpah secara otomatis berdampak pada penurunan harga.

"Pertumbuhan perusahaan selalu dibarengi degan permintaan pasar atau daya beli masyarakat terhadap konsumsi ayam. Proses kemitraan yang selama ini dibina harus di evaluasi ulang, jadi dinas teknis bisa memediasi hal tersebut," jelasnya saat dihubungi Posbelitung.co pada Senin (10/4/2023).

Di sisi lain, kata dia, jika terjadi penekanan harga oleh sebab tertentu, sementara harga di pasar stabil malah cenderung naik, maka aliansi bisa menjembatani antara peternak dengan pengepul.

Selain itu, aliansi bisa berkoordinasi dengan dinas teknis untuk memediasi antara peternak dan pengepul.

"Tapi kita harus berbicara dengan data sehingga kebijakan yang diambil nantinya bisa lebih tepat," kata Mirza.

Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi. (Posbelitung.co/Dede S)
Anggota DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi. (Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

Sementara, jika bicara harga eceran tertinggi (HET) memang belum pernah diterapkan pada komoditas ayam potong.

Menurutnya, harga ayam potong memang sangat tidak stabil dikarenakan beberapa variabel.

Mulai dari harga tingakat peternakan, pengepul dan pasar yang tidak menentu, sehingga penetapan HET menjadi terkendala.

"Untuk penetapan HET daging ayam sampai saat ini, yang saya ketahui, belum ada dasar aturan penetapannya. Dikarenakan fluktuasi harga ayam ini cukup tinggi dan banyak variabel penentuan harganya," kata Mirza.

Hargan Jual Anjlok

Diberitakan sebelumnya, peternak ayam pedaging mandiri mengeluhkan anjloknya harga jual ayam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sekretaris Aliansi Peternak Mandiri Belitung, Yahya menyebut, beberapa bulan lalu harga jual ayam di kandang sempat menyentuh Rp15ribu per kilogram.

Padahal harga normal rata-rata di angka Rp25 ribu per kilogram, walaupun keuntungannya masih tipis jika dibandingkan harga bibit dan pakan yang terus merangkak naik.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved