Berita Pangkalpinang

Cara 5 Mahasiswa Polman Babel Tembus Belajar ke Luar Negeri Gratis, Awalnya Tak Pede

Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos edisi Selasa (9/5), kedatangan lima mahasiswa berprestasi dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung.

Penulis: Rusaidah | Editor: Kamri
Bangka Pos/Rifqi Nugroho
Lima mahasiswa berprestasi dari Polman Babel berbagi tips cara lolos seleksi belajar ke luar negeri, Selasa (9/5/2023). 

"Karena merasa minder dulu dengan kemampuan mereka. Padahal sebenarnya sudah ada kemampuan, tapi kurang percaya diri saja mereka itu," tambah Dedy.

Sementara itu, satu di antara lima mahasiswa itu Dilah Andini, berkesempatan bisa belajar di Lunghwa University of Science and Technology Taiwan menjelaskan, awal ketertarikan pada program ini karena adanya kesempatan bisa ke luar negeri.

"Sebagai mahasiswa pastinya tertarik bisa ke luar negeri tadi, selanjutnya tentunya yakin saja dengan program IISMA bisa mendapatkan manfaat luar biasa," ungkap Dilah ketika menanggapi pertanyaan Host Edy Yusmanto.

Dilah juga sedikit bercerita mengenai alasan dirinya memilih Taiwan sebagai negara tujuan.

Ia merasa sangat tertarik karena negara tersebut sudah cukup maju dalam dunia industrinya dan juga terkenal.

"Kebetulan bukan arahan dosen juga tapi keinginan sendiri. Tapi memang jurusan ketika di sana, jadi lebih nyambung dengan jurusan saya di Polman ini, bisa banyak eksplor juga," jelasnya.

Baca juga: Dua Mahasiswa Bangka Tengah Terima Bantuan Pendidikan PT Timah

Hal itu dibenarkan oleh Dedy sebagai salah satu pembina, pihaknya hanya menyampaikan daftar kampus dan negara yang bisa dipilih, sehingga sama sekali tidak ada pengarahan.

"Tidak ada arahan secara khusus, bahkan kami mengetahui pilihan mereka baru di akhir. Ketika pilihan itu ada, itu dari kacamata mereka masing-masing," ucap Dedy.

Tidak hanya Dilah, Muhammad Fadhilah mahasiswa program studi D4 Teknik Elektronika Polman Babel juga membeberkan salah satu alasannya memilih Ondokuz Mayis University Turki sebagai tujuan pada program ini.

"Mungkin karena dari SMA saya suka dengan Turki. Selain itu ada hal lain yang bisa kita pelajari, seperti sejarah dan budayanya. Sekalian merasakan suasana iklim yg berbeda juga di sana," jawab Fadil tersenyum.

Selanjutnya, kesan berbeda disampaikan Yudha Cahya Pratama yang berniat belajar di Rubika Prancis, dengan statusnya sebagai anak tunggal ada sedikit rasa khawatir dari orang tuanya.

"Karena anak tunggal kan, sedangkan ibu di rumah sendiri. Tapi Alhamdulillah ibu selalu mendukung sekarang," ucap Yudha. (Posbelitung.co/w4)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved