Belitung Timur Tertinggi Penyakit Sifilis, Ada 14 Orang, Kenali Gejala Sifilis dan Cara Mengobatinya

Belitung Timur Tertinggi Penyakit Sifilis, Ada 14 Orang, Kenali Gejala Sifilis dan Cara Mengobatinya....

Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Ilustrasi penyakit sifilis__ Belitung Timur Tertinggi Penyakit Sifilis, Ada 14 Orang, Kenali Gejala Sifilis dan Cara Mengobatinya 

POSBELITUNG.CO -- Dua daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), yakni Kabupaten Bangka Tengah ( Bateng ) dan Kota Pangkalpinang tercatat sebagai daerah yang nihil pasien penyakit sifilis.

Sedangkan daerah yang tertinggi kasus sifilis berada di Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ) dengan jumlah 14 orang pasien.      

Adapun hal itu berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ).

Dinas Kesehatan Bangka Belitung ( Babel ), terhitung dari awal Januari 2023 hingga Mei 2023 mencatat terdapat 36 warga terinfeksi sifilis penyakit akibat hubungan seksual.

Di Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ) dengan jumlah 14 orang pasien, sedangkan untuk Kabupaten/Kota lainnya, dibawah angka sepuluh orang seperti Kabupaten Bangka 5 orang, Bangka Barat (Babar) 6 orang, Bangka Selatan (Basel) 7 orang, Belitung 4 orang.

Untuk Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dan Kota Pangkalpinang nihil pasien hingga bulan Mei 2023, padahal dua tahun terakhir Kota Pangkalpinang termasuk banyak pasien sifilis dari pada Kabupaten lainnya sebanyak 14 orang di tahun 2021 dan 2022 lalu.

Penambahan kasus sifilis tersebut dikatakan kepala seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel Evalusi, tahun ini adanya penambahan kasus pasien terinfeksi sifilis.

Baca juga: Biodata Salma Salsabil, Juara Indonesian Idol 2023 yang Kini Harus Siap Adu Nasib di Ibu Kota

Baca juga: Kasus Penyakit Kelamin Sifilis di Belitung Timur Tertinggi di Bangka Belitung, Ada 14 Orang Pasien

Baca juga: Daftar Harga 7 HP OPPO Terbaik untuk Dibeli di Mei 2023, OPPO A96, A78 5G Hingga Find N2 Flip

"Ada penambahan kalau dari data keseluruhan sebanyak 36 orang di hingga bulan Mei ini, tersebar di enam Kabupaten satu Kota di Provinsi Babel," kata Evalusi, Rabu (23/05/2023).

"Dari data bisa kita lihat pasien tertinggi di Kabupaten Beltim 14 orang, disusul Basel 7 orang, Babar 6 orang, Bangka 5 orang, serta Bateng dan Kota Pangkalpinang saat ini masih nihil pasien," sambungnya.

Fakta Unik Viagra, Pil Biru yang Sering Dikonsumsi untuk Obat Kuat, Cek yuk!
Ilustrasi obat (Pixabay)

Selain itu, Eva menambahkan kasus pasien infeksi sifilis jumlah tahun 2022 lalu dengan 2023 sama dan di rata-rata menyerang wanita usia 25-49 tahun serta bayi yang mudah terserang infeksi sifilis.

"Untuk tahun 2021 28 orang, 2022 36 orang, 2023 36 orang hingga bulan Mei dan rata-rata banyak kaum perempuan yang terkena infeksi sifilis. Tiga tahun terakhir, kasus menyerang kaum perempuan sebanyak 62 orang pasien terinfeksi sifilis," tambahnya.

Disinggung apakah pihak Provinsi mengetahui jumlah pasien yang sembuh dari infeksi sifilis. Eva pun menyebutkan, pihaknya tidak mengetahui data jumlah pasien yang sembuh karena yang mengurus data pasien pihak Kabupaten/Kota.

Provinsi hanya menerima data pasien yang terinfeksi sifilis, kemudian dilakukan tindaklanjut oleh pihak Kabupaten/Kota dan dilakukan pemeriksaan secara rutin oleh Pukesmas-pukesmas.

"Kalau data pasien sembuh atau belum, kita Provinsi tidak merekap data itu. Data ada dilayanan faksesnya, data yang kita masukkan ini adalah data pasien sifilis yang terbaru dari setiap Kabupaten/Kota," sebut Eva.

Lebih lanjut Eva menegaskan, pihak Provinsi dengan Kabupaten/Kota terus melakukan koordinasi dalam penanganan kasus sifilis khususnya yang baru terkena dan langsung ditindaklajuti.

Terutama jangan sampai menular kepada orang lain, apalagi sifilis penyakit yang mudah menular kepada siapapun termasuk kaum perempuan, laki-laki hingga bayi yang mudah terserang sifilis.

Baca juga: Detik-detik Bangunan Ruko yang Caplok Bahu Jalan di Pluit di Bongkar

Baca juga: Biodata Anggi Marito, Gadis Cantik Berdarah Batak Curhat di Medsos, Diduga Sindir Indonesian Idol

Baca juga: Daftar Terbaru Harga HP OPPO di Mei 2023, dari Oppo A17, A96, Reno 6 Pro 5G, hingga OPPO Find X5

"Tetap kita lakukan koordinasi ke semua pihak, agar penangan kasus sifilis ini cepat teratasi dan tidak menular kepada orang lain yang belum terinfeksi sifilis," tegasnya.

"Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten melakukan berbagai upaya dan cara untuk mengatasi kasus sifilis, khusus kita lakukan pemeriksaan terhadap lokasi-lokasi tertentu seperti Wanita Pekerja Seks (WPS) yang dilakukan pemeriksaan secara rutin oleh Pukesmas maupun Dinkes Kabupaten/Kota," ungkap Eva.

Supaya kasus-kasus pasien terinfeksi sifilis bisa cepat sembuh, serta tidak ada peningkatan setiap tahun dan di daerah-daerah yang ada di Provinsi Babel.

Apa itu Sifilis?

Dilansir dari siloamhospitals.com, sifilis atau penyakit raja singa merupakan satu di antara jenis infeksi menular seksual (IMS). Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Bakteri tersebut menyebar melalui kontak seksual. Umumnya, sifilis diawali dengan luka di sekitar alat kelamin, dubur, ataupun mulut. Awal kemunculan luka tersebut cenderung tidak disertai dengan rasa nyeri.

Agar bisa terhindar dari penularan sifilis, sangat perlu menghindari aktivitas seksual yang tidak aman, menjaga kebersihan tubuh, dan memeriksakan diri secara rutin.

Penyakit ini juga bisa menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kulit atau kontak selaput lendir ketika kulit terluka.

Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, sifilis berisiko menyebabkan komplikasi penyakit lain, seperti kerusakan jantung, tumor, infeksi HIV, dan gangguan kehamilan serta persalinan bagi ibu hamil.

Baca juga: Harga dan Spesifikasi HP OPPO A31 RAM 6 GB di tahun 2023 Turun Drastis, Harga OPPO A16 juga Turun

Baca juga: Curi Handphone di RSUD Marsidi Judono, Duda 40 Tahun di Belitung ini Ditangkap Polisi

Baca juga: Biodata Inara Rusli, Istri Virgoun yang Bongkar Perselingkuhan sang Suami, Ternyata Mantan Girlband

Penyebab Sifilis

Bakteri yang dapat menyebabkan penyakit sifilis adalah jenis Treponema pallidum. Bakteri tersebut menginfeksi tubuh manusia melalui luka di alat kelamin, anus, bibir, maupun mulut.

Penularan sifilis dipicu oleh aktivitas seksual yang dilakukan oleh penderitanya, seperti penetrasi, seks oral, atau seks anal.

Karena itulah, sifilis adalah penyakit menular yang dapat dicegah dengan menggunakan alat pengaman, seperti kondom, saat melakukan aktivitas seksual.

Selain itu, sifilis adalah penyakit yang juga berpotensi ditularkan dari ibu penderita ke bayinya. Sifilis bawaan pada bayi baru lahir disebut dengan istilah sifilis kongenital.

Kondisi sifilis kongenital pada bayi dapat dikurangi risikonya dengan mengobati penyakit tersebut sebelum ibu hamil memasuki umur kehamilan 4 bulan.

Gejala Penyakit Sifilis

Gejala penyakit sifilis terdiri dari 4 tahap:

1. Sifilis Primer
Ciri-ciri penyakit sifilis primer ditandai dengan munculnya luka pada alat kelamin, dubur, bibir, maupun mulut. Munculnya luka tersebut akan terjadi 10 sampai dengan 90 hari setelah bakteri Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh.

Lama waktu pemulihan sifilis primer yaitu kurang lebih 3 hingga 6 minggu. Jika sejak muncul luka tidak diobati, hilangnya luka justru menandakan infeksi telah berkembang ke tahap selanjutnya.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mendatangi dokter sesegera mungkin pada tahapan ini karena masih dapat ditangani dengan mengonsumsi obat tertentu sehingga sifilis tidak beralih ke tahap selanjutnya.

Selain luka, dapat juga ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening di daerah selangkangan yang menandakan adanya reaksi sistem kekebalan tubuh melawan infeksi sifilis.

2. Sifilis Sekunder
Sifilis sekunder adalah tahapan yang akan terjadi beberapa minggu setelah luka di sekitar alat kelamin, dubur, bibir, atau mulut menghilang.

Gejala yang ditimbulkan dari sifilis sekunder yaitu munculnya ruam di beberapa bagian tubuh, seperti telapak tangan atau kaki.

Di samping itu, penderita sifilis sekunder juga akan merasakan beberapa gejala lain, seperti:

  • Flu
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Merasa lelah secara berlebihan
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Rambut rontok
  • Penurunan berat badan

3. Sifilis Laten
Di tahapan ini, penderita sifilis tidak mengalami gejala klinis tertentu. Namun, di 12 bulan pertama sifilis laten terjadi, penderita masih dapat menularkan infeksinya.

Setelah 2 tahun, infeksi tidak dapat menular lagi, meskipun bakteri penyebab sifilis masih ada di dalam tubuh.

Apabila tidak segera ditangani, sifilis laten dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu tersier.

4. Sifilis Tersier
Infeksi sifilis tahap tersier ini merupakan tahapan dalam penyakit sifilis yang paling berbahaya. Tahap ini biasanya muncul 10 - 30 tahun setelah infeksi primer. Gejala sifilis tersier umumnya ditandai dengan munculnya gumma atau tumor kecil pada bagian tubuh tertentu.

Di samping itu, sifilis tersier juga dapat berdampak pada organ tubuh lain, seperti jantung, otak, mata, hati, serta pembuluh darah.

Karena itulah, penderita sifilis tersier rentan untuk terkena penyakit jantung dan stroke.

Langkah Pengobatan Sifilis

Langkah pengobatan sifilis dilakukan sesuai dengan tahapannya. Bagi penderita sifilis primer dan sekunder, dokter akan mengobatinya dengan menyuntikkan antibiotik ke dalam otot.

Sedangkan, untuk penderita sifilis tersier akan mendapatkan antibiotik melalui jalur intravena (infus). Untuk ibu hamil penderita penyakit ini juga akan mendapatkan penanganan yang sama dengan pengidap sifilis tersier.

Setelah mendapatkan pengobatan, penderita sifilis akan melakukan pemeriksaan darah kembali untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh total.

(*/Adi Saputra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved