Berita Pangkalpinang
Banjir dan Tata Kelola Pasar Menjadi PR Walikota Pangkalpinang
"Banjir dan tata kelola pasar masih menjadi PR yang saat ini masih kita hadapi. Banjir tidak bisa dikerjakan sepotong dan perlu uang besar
Penulis: Sela Agustika |
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen mengaku tak baper (bawa perasaan) saat orang-orang mengkritik dirinya.
Menurutnya, ketika memilih terjun ke dunia politik, dirinya harus siap menghadapi segala macam urusan, baik itu pro dan kontra.
"Seperti biasa kalau hidup di dunia politik saya pribadi sikapi dengan bijak, jangan baperan. Karena kita harus siap di kritik dan bully, apalagi diposisi keterbukaan saat ini," ungkap Molen Saat Dialog Ruang Tengah bersama Pimpinan Redaksi Bangka Pos, Ade Mayasanto, Minggu (25/6/2023).
Berikut ini wawancara khusus bersama Wali Kota Pangkalpinang :
• Apa yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Walikota saat ini?
"Banjir dan tata kelola pasar masih menjadi PR yang saat ini masih kita hadapi. Banjir tidak bisa dikerjakan sepotong dan perlu uang besar. Jadi saat ini untuk banjir sendiri kalau 100 persen belum bisa ditangani karena pekerjaan ini harus satu kesatuan"
"Saat ini uapaya yang dilakukan untuk banjit sendiri melalui satgas smile, sepertk membersihkan sampah di tingkat yang rendah seperti antar kelurahan, dan dengan ini genangan air mulau sedikit berkurang. Untuk menghilangkan banjir tidak bisa tapi mengurangi genangan banjir ini yang bisa kita lakukan,"
Menurut Molen, Perlu dana dan perencanaan yang matang mengingat posisi Pangkalpinang uang cemdrung cekungan sehingga perlu waktu dan anggaran yang cukup besar.
"Perbaikan banjir ini harus dilakukan dari hulu ke hilir dam kita pemerintah Kota juha sudah koordinasi bersama pemerintah pusat dengan korea, dimana pekerjaan banjir ini tertata mulai dari Pedindang yang akan dibikin waduk besar dan kalau ini dikerjakan 60 persen bisa tertangani. Dengan adnaya waduk sedimen trap awal di Pedindang Bateng, air yang ngalir dari Bateng tertampung jadi tinggal merapikan DAS (daerah aliran sungai). Terus berikutnya pembuatan kolam kampak akan menguramgi 18 persen banjir. Kalau dua ini dijalani 80 persen banjir ini bisa tertangani,"
"Sementara untuk Pasar di Pangkalpinang yang menjadi skala priorotas, seperti pasar induk tidak bis aditangani karne sudah 30 tahun di BUTK jadi aset ini bukan punya kita. Sebelumnua ada beli lahan, tapi karena harga tinggi jadi ini masih menjadi PR,"
• Seperti apa menanggapi PPDB saat ini?
"PPDB kita minta semua bekerja dengan benat dan harus sesuai aturan. Saya pribadi ada yang mencoba monta tolong, tapi saya tidak mau karena semua saya serahkan pada OPD terkait. Dan saya percaya mereka juga bekerja sesuai SOP yang diterapkan,"
• Menurut Walikota seperti apa menanggapi perubahan atau pengalihan pada setiap Dinas ?
"Sesuatu yang dikerjakan sudah saatnya ada perbuhan, karena saya 19 tahun dibirokrat. saya tau aturan di birokrat, baik soal regulasi, mutasi, promosi, dan lainnya karena saya pernah jadi kepala BKD jadi InsyaAllah saya paham. Dan apa yang kami lakukan sudah sesuai karena pembangunan dan kesejahteraan tangung jawab saya,"
*Berkebun atau Temani istri ke Mall?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/2506-molen-2.jpg)