Kerusuhan Perancis Meluas, WNI Diminta Waspada, Toko Dijarah dan Rumah Wali Kota Dibakar

KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian kota Nanterre serta simpul simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang ...

AFP/LUDOVIC MARIN
Polisi Perancis berpatroli saat para demonstran memenuhi jalan di daerah Champs Elysees di Paris, 1 Juli 2023, lima hari setelah Nahel M (17) tewas ditembak polisi di Nanterre, pinggiran barat Paris. 

POSBELITUNG.CO -- Warga Perancis melakukan protes besar-besaran setelah penembakan polisi terhadap Nahel Merzouk (17), Selasa (27/6/2023).

Remaja keturunan Aljazair dan Maroko itu terbunuh saat petugas kepolisian berusaha menghentikan mobil Mercedes kuning yang dikendarainya. Pada Rabu (28/6/2023) malam, penembakan tersebut memicu aksi unjuk rasa dan bentrokan di lokasi kejadian, tepatnya di Nanterre, daerah pinggiran Kota Paris.

Akibat kerusuhan ini, puluhan ribu polisi dikerahkan dan menangkap ribuan warga yang terlibat.

Dalam kerusuhan Perancis malam keenam pada Minggu (2/7/2023), polisi menangkap 150 orang lebih secara nasional.

Kabar baiknya, jumlah ini jauh lebih sedikit ketimbang penangkapan yang terjadi pada dua malam sebelumnya, yakni mencapai 1.311 orang dan 719 orang.

Kementerian Dalam Negeri Perancis pada Senin (3/7/2023) mengatakan, polisi telah menangkap 157 orang secara nasional dalam kerusuhan Perancis pada Minggu malam.

Jumlah pasukan keamanan yang terluka dalam kerusuhan juga menurun tajam dibanding malam-malam sebelumnya, yakni "hanya" tiga orang.

Sebelumnya, kerusuhan di Prancis yang masih terus terjadi pada hari kelima sejak awal kejadian.

Baca juga: Putri Ariani Dapat Royalti Besar Seumur Hidup untuk Lagu Ciptaannya, Ternyata Dulu Dibayar Beras

Baca juga: Sederet Nama-nama Pemain Top Eropa yang Kini Resmi ke Liga Arab Saudi Bersama Cristiano Ronaldo

Ribuan polisi dikerahkan menghalau massa yang mulai chaos melakukan perusakan dan pembakaran bahkan penjarahan.

Seorang demonstran berlarian pada malam ketiga protes yang dipicu oleh penembakan fatal polisi terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun di pinggiran Paris Nanterre, Prancis, Jumat, 30 Juni 2023. Perusahaan media sosial kembali menjadi sorotan, ini waktu di Prancis ketika presiden negara itu menyalahkan TikTok, Snapchat, dan platform lain karena membantu memicu kerusuhan yang meluas atas penembakan polisi yang fatal terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun.
Seorang demonstran berlarian pada malam ketiga protes yang dipicu oleh penembakan fatal polisi terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun di pinggiran Paris Nanterre, Prancis, Jumat, 30 Juni 2023. Perusahaan media sosial kembali menjadi sorotan, ini waktu di Prancis ketika presiden negara itu menyalahkan TikTok, Snapchat, dan platform lain karena membantu memicu kerusuhan yang meluas atas penembakan polisi yang fatal terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun. (AP/Aurelien Morissard)

Titik-titik kerusuhan berada di pusat kota Paris dan Marseille.

Sebelumnya, kerusuhan sempat meluas ke Seine-Saint Denis, Villeurbanne, dan juga di kota-kota besar lainnya, termasuk Nantes dan Toulouse pada Rabu (28/6) malam hari.

Kerusuhan di Perancis pecah usai tindakan polisi yang menembak mati pemuda Perancis keturunan Aljazair,Nahel (17).

Korban merupakan pengemudi mobil yang mencoba kabur saat diminta berhenti oleh polisi lalu lintas pada Selasa (27/6) di kota Nanterre, Perancis. Terkait hal tersebut Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha memastikan tidak ada WNI yang terdampak kerusuhan tersebut.

"KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian kota Nanterre serta simpul simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terdampak atau terlibat kerusuhan tersebut," kata Judha.

Kendati demikian lanjut Judha, WNI yang berada di Prancis diimbau agar tetap waspada dan menjauhi titik-titik kerusuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved