Kerusuhan Perancis Meluas, WNI Diminta Waspada, Toko Dijarah dan Rumah Wali Kota Dibakar

KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian kota Nanterre serta simpul simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang ...

AFP/LUDOVIC MARIN
Polisi Perancis berpatroli saat para demonstran memenuhi jalan di daerah Champs Elysees di Paris, 1 Juli 2023, lima hari setelah Nahel M (17) tewas ditembak polisi di Nanterre, pinggiran barat Paris. 

"(WNI diimbau untuk) menghindari lokasi kerumunan massa, dan mengikuti arahan otoritas setempat," ujar Judha.

Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat sangat disarankan agar segera menghubungi hotline KBRI Paris atau KJRI Marseille di: Hotline KBRI Paris: +33 6 21 12 21 09

Hotline KJRI Marseille: +33 6 18 22 12 83.

Baca juga: Pertemuan Anies Baswedan dan Sekjen Liga Muslim Dunia Usai Melaksanakan Haji, Foto Diunggah ke IG

Baca juga: Cek Harga HP OPPO di Akhir Juni 2023, Oppo A Series, Reno hingga Find N2 Flip yang Kaya Fitur

Baca juga: Kalender 2023, Daftar Tanggal Merah Juli 2023, Lengkap Libur Nasional dan Hari Besar Internasional

Senjata Dicuri

Sebuah toko senjata di kota Marseille dijarah massa yang mengamuk.

Sekitar 30 anak muda masuk ke toko dan mencuri empat senapan berburu.

Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara CRS di Porte d'Aix di Marseille, Perancis selatan pada 30 Juni 2023, terkait penembakan seorang pengemudi remaja oleh polisi Perancis di pinggiran kota Paris pada 27 Juni 2023.
Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara CRS di Porte d'Aix di Marseille, Perancis selatan pada 30 Juni 2023, terkait penembakan seorang pengemudi remaja oleh polisi Perancis di pinggiran kota Paris pada 27 Juni 2023. (AFP/Christophe Simon)

Tidak ada amunisi yang dicuri dan polisi sudah menangkap satu orang.

Polisi kini telah menjaga di toko senjata tersebut.

Sementara itu rumah milik Wali Kota L'Haÿ-les-Roses, Vincent Jeanbrun diserang massa yang protes atas penembakan Nahel tersebut.

Penyerangan terjadi pukul 1.30 pagi waktu setempat.

Akibat situasi yang terus memanas tersebut Presiden Emmanuel Macron bahkan menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman yang rencananya dimulai pada Minggu.

Penundaan agenda itu bertujuan untuk menangani krisis terburuk dalam kepemimpinannya sejak protes "Rompi Kuning" melumpuhkan sebagian besar Perancis pada akhir 2018. (Tribun Network/ras/cnn/reuters/wly)

(*)

Artikel ini telah tayang di kompas.com, Tribunnews.com dan SerambiNews.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved