Kerusuhan Perancis Meluas, WNI Diminta Waspada, Toko Dijarah dan Rumah Wali Kota Dibakar
KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian kota Nanterre serta simpul simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang ...
"(WNI diimbau untuk) menghindari lokasi kerumunan massa, dan mengikuti arahan otoritas setempat," ujar Judha.
Bagi WNI yang menghadapi kondisi darurat sangat disarankan agar segera menghubungi hotline KBRI Paris atau KJRI Marseille di: Hotline KBRI Paris: +33 6 21 12 21 09
Hotline KJRI Marseille: +33 6 18 22 12 83.
Baca juga: Pertemuan Anies Baswedan dan Sekjen Liga Muslim Dunia Usai Melaksanakan Haji, Foto Diunggah ke IG
Baca juga: Cek Harga HP OPPO di Akhir Juni 2023, Oppo A Series, Reno hingga Find N2 Flip yang Kaya Fitur
Baca juga: Kalender 2023, Daftar Tanggal Merah Juli 2023, Lengkap Libur Nasional dan Hari Besar Internasional
Senjata Dicuri
Sebuah toko senjata di kota Marseille dijarah massa yang mengamuk.
Sekitar 30 anak muda masuk ke toko dan mencuri empat senapan berburu.
Tidak ada amunisi yang dicuri dan polisi sudah menangkap satu orang.
Polisi kini telah menjaga di toko senjata tersebut.
Sementara itu rumah milik Wali Kota L'Haÿ-les-Roses, Vincent Jeanbrun diserang massa yang protes atas penembakan Nahel tersebut.
Penyerangan terjadi pukul 1.30 pagi waktu setempat.
Akibat situasi yang terus memanas tersebut Presiden Emmanuel Macron bahkan menunda kunjungan kenegaraan ke Jerman yang rencananya dimulai pada Minggu.
Penundaan agenda itu bertujuan untuk menangani krisis terburuk dalam kepemimpinannya sejak protes "Rompi Kuning" melumpuhkan sebagian besar Perancis pada akhir 2018. (Tribun Network/ras/cnn/reuters/wly)
(*)
Artikel ini telah tayang di kompas.com, Tribunnews.com dan SerambiNews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230703-Polisi-Perancis-berpatroli-saat-para-demonstran-memenuhi-jalan-di-daerah-OKERSS.jpg)