Berita Belitung Timur
ODGJ di Belitung Timur Bertambah 3 Orang, Hingga Juni 2023 Berjumlah 302
Jumlah Orang dengan Ganggungan Jiwa (ODGJ) kategori berat di Belitung Timur hingga Juni 2023 berjumlah 302 orang.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO - Jumlah Orang dengan Ganggungan Jiwa (ODGJ) kategori berat di Belitung Timur hingga Juni 2023 berjumlah 302 orang. Angka itu meningkat 3 orang selama Januari-Juni 2023, dari tahun 2022 sejumlah 299 ODGJ berat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Belitung Timur Yulhaedir mengatakan, meskipun secara kumulatif memang bertambah tetapi jika dilihat per kecamatan ada juga yang mengalami kesembuhan.
"Misal di Kelapa Kampit dan Simpang Pesak tahun ini berkurang masing-masing satu. Hanya saja di kecamatan lain ada penambahan ODGJ yang terklasifikasi berat, seperti di Mengkubang nambah dua orang dan Gantung satu orang," kata Yulhaedir kepada posbelitung.co, Jumat (7/7).
Dia bilang, selain skizofrenia yang masuk dalam kategori ODGJ berat yakni psikotik akut. Mereka yang mengalami gangguan jiwa yang ditandai dengan munculnya satu gejala atau lebih, misalnya sering halusinasi dan delusi.
Di Belitung Timur angka pengidap psikotik akut ini berjumlah sembilan orang hingga Juni 2023. Angka itu naik sebanyak dua orang dibandingkan akhir 2022 lalu.
"Penyebabnya terbagi menjadi dua, yaitu biologis dan psikososial. Kalau di Beltim sendiri lebih kepada faktor psikososial, seperti tidak bisa mengelola stres, adanya masalah rumah tangga, dan lainnya," kata Yulhaedir.
Saat ini mereka yang terklasifikasi berat masih bergantung dengan obat-obatan yang harus diminum secara rutin. Jika tidak diminum secara rutin maka gejala-gejala yang ada akan kambuh dan bisa membuat orang di sekitar menjadi tidak nyaman.
Karena itulah, Yulhaedir menekankan bahwa dukungan keluarga dan orang terdekat sangat diperlukan bagi mereka yang mengidap ODGJ berat.
"Mereka bisa sembuh kok. Asal kita kasih dukungan moril, jangan malah dimarahi atau dijauhi," kata Yulhaedir.
Pihaknya sendiri saat ini sudah melakukan program-program untuk mengobati mereka yang mengidap ODGJ berat. Tak hanya itu, mereka juga rutin melakukan kunjungan ke rumah pasien-pasien ODGJ berat untuk memastikan mereka meminum obat dengan benar.
Lebih jauh, Yulhaedir berpesan ke masyarakat agar selalu menjaga kesehatan mental dan jiwa supaya bisa tetap beraktivitas dengan baik. Karena Yulhaedir bilang gangguan jiwa bisa terjadi kepada siapa saja.
Dia mengingatkan di setiap puskesmas terdapat bagian konseling yang bisa menscreening kesehatan jiwa supaya kita bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Bahkan di Puskesmas Manggar ada alat tes HRV yang bisa memeriksa dan mendiagnosa secara detail terkait kesehatan jiwa kita. Jangan takut periksakan diri demi hidup kita yang lebih bahagia," pesan Yulhaedir. (posbelitung.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/yulhaedir-kunjungan-rsud.jpg)