Berita Belitung Timur

Program Nyaman Kerja di Beltim Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Daya Saing Daerah

Program yang dimulai pada 2025 ini merupakan implementasi dari program prioritas Pemkab Beltim yang bertujuan menciptakan lapangan kerja

Tayang:
Editor: Hendra
Posbelitung.co/Diskominfo Beltim
Sekretaris DTKKUKM Kabupaten Belitung Timur, Abdul Rachim (kanan) didampingi Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Khristy Arrywidhaswara. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) terus mendorong penguatan sektor ketenagakerjaan melalui Program Unggulan Nyaman Kerja.

Pada tahun lalu, program tersebut diperkirakan berhasil menyediakan 3.178 lapangan kerja, baik di sektor formal maupun nonformal.

Program yang dimulai pada 2025 ini merupakan implementasi dari program prioritas Pemkab Beltim yang bertujuan menciptakan lapangan kerja secara riil, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DTKKUKM) Kabupaten Beltim, Zikril, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Khristy Arrywidhaswara, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 realisasi Program Nyaman Kerja untuk tenaga kerja sektor formal mencapai 698 orang. Mereka berhasil ditempatkan dan bekerja di sektor perkebunan, pertambangan, maupun perdagangan.

“Data ini menunjukkan semakin efektifnya penyerapan tenaga kerja lokal. Program ini tidak hanya menghasilkan data statistik, tetapi benar-benar menghadirkan pekerjaan yang nyata dan dijalani masyarakat,” ungkap Khristy melalui rilis Diskominfo Beltim, Kamis (8/1/2026).

Didampingi Sekretaris DTKKUKM Abdul Rachim, Khristy menyampaikan bahwa Program Nyaman Kerja merupakan wujud nyata kebijakan Pemkab Beltim dalam memastikan tenaga kerja lokal memperoleh akses pekerjaan yang layak.

Lebih lanjut dijelaskannya, dampak program tersebut tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas serapan tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kualitas SDM dan penguatan daya saing daerah.

“Melalui pendekatan terintegrasi antara penempatan kerja, pelatihan, dan pemagangan, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem kerja yang sehat, inklusif, dan terukur, di mana dunia usaha, tenaga kerja, dan pemerintah saling terhubung dalam satu sistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan,” kata Khristy.

Di sisi lain, sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, sepanjang 2025 DTKKUKM telah melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan kerja, salah satunya program pemagangan di Panasonic.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan kerja masyarakat sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.

“Pelatihan dan magang merupakan instrumen strategis dalam membangun SDM yang kompeten. Dengan keterampilan yang relevan dan pengalaman langsung di dunia industri, tenaga kerja lokal akan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Khristy.

Lima Program Pelatihan Peluang Kerja

Memasuki 2026, sebagai kelanjutan Program Nyaman Kerja, DTKKUKM Kabupaten Beltim menyiapkan program pelatihan dan penempatan tenaga kerja yang lebih terarah serta berbasis kebutuhan pasar kerja.

Program ini diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, baik di sektor formal maupun nonformal.

Sedikitnya terdapat lima program pelatihan yang akan dilaksanakan, yakni servis sepeda motor konvensional, perawat AC residensial, barbershop, kegiatan job fair, serta pemagangan di Panasonic.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved