Berita Belitung

Angka Perceraian di Belitung Tinggi, Perselisihan dan Pertengkaran Jadi Penyebab Utama

Perceraian di Kabupaten Belitung melonjak hingga 960 kasus pada 2025. Perselisihan rumah tangga dan pertengkaran terus-menerus menjadi penyebab utama

Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Dokumentasi Posbelitung.co
Ilustrasi perceraian, Angka Perceraian di Belitung Tinggi, Perselisihan dan Pertengkaran Jadi Penyebab Utama 

POSBELITUNG.CO--Angka perceraian di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan tren yang cukup tinggi pada tahun 2025.

Berdasarkan data hingga 11 November 2025 tercatat sebanyak 960 kasus perceraian di wilayah tersebut.

Sementara itu, jika dilihat dari data provinsi, Kepulauan Bangka Belitung secara keseluruhan mencatat 268 kasus perceraian pada 2024, menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, pertumbuhan perceraian selama lima tahun terakhir tetap cukup tinggi, dengan puncak pertumbuhan mencapai 62,87 persen pada 2021, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada 2024.

Penyebab Perceraian

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung untuk tahun 2023, penyebab perceraian di provinsi ini didominasi oleh perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, dengan 1.453 kasus tercatat.

Sementara kasus perceraian yang disebabkan oleh zina tercatat hanya 5 kasus, menunjukkan bahwa faktor ekonomi maupun perselisihan rumah tangga menjadi pemicu utama perceraian di wilayah ini.

Humas BPS Bangka Belitung menyebutkan, data tersebut menunjukkan adanya tantangan sosial yang harus diperhatikan, khususnya di Kabupaten Belitung.

Fenomena perceraian yang tinggi ini dapat berdampak pada stabilitas keluarga dan kesejahteraan anak-anak yang terlibat.

Tren Perceraian di Bangka Belitung

Dari lima tahun terakhir, angka perceraian di provinsi ini memang mengalami fluktuasi. Tahun 2021 menjadi tahun dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 62,87 persen.

Sedangkan pada 2024, terjadi penurunan signifikan.

Meski begitu, lonjakan kasus di Kabupaten Belitung pada 2025 menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah dan instansi terkait.

Tingginya angka perceraian di Belitung berkaitan dengan ketegangan rumah tangga dan kurangnya komunikasi antara pasangan. 

Banyak kasus perceraian yang berasal dari konflik internal rumah tangga yang tidak terselesaikan. Selain itu, tekanan ekonomi juga turut memengaruhi

Selain faktor perselisihan, menurut Alfian, perkembangan teknologi dan media sosial juga memengaruhi dinamika rumah tangga.

Ketika pasangan tidak mampu mengelola komunikasi dan tekanan eksternal, konflik rumah tangga semakin meningkat

Upaya Pemerintah dan Lembaga Sosial

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved