Berita Bangka Selatan
Upaya Fogging Dinilai Kurang Efektif Berantas DBD
Agus Pranawa berujar, pemberantasan sarang nyamuk menjadi upaya penting
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tembus 21 kasus dan satu orang meninggal dunia sampai akhir Juni 2023.
Tingginya kasus DBD masih menjadi catatan bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Oleh karena itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan sampai saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pranawa berujar, pemberantasan sarang nyamuk menjadi upaya penting. Terlebih sebelum ada cara pencegahan lain yang efektif untuk mengatasi penularan DBD. Maka dari itu perlu dipromosikan kembali Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Kita menghimbau kepada masyarakat Bangka Selatan untuk bisa meningkatkan PSN. Ini masih menjadi langkah efektif antisipasi kasus DBD,” kata Agus Pranawa kepada Bangkapos.com, Selasa (11/10/2023).
Agus Pranawa memaparkan, paradigma preventif lebih diprioritaskan saat ini. Berbagai pihak perlu diajak bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ini mencakup tokoh agama dan tokoh masyarakat lain yang secara sosial sangat dihormati dan didengarkan oleh masyarakat.
Tak hanya itu, perilaku 3M juga perlu digencarkan untuk diterapkan oleh masyarakat. Selain menguras, menutup, mengubur tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas, perlu menaburkan larvasida. Juga menggunakan obat nyamuk, losion antinyamuk, serta menggunakan kelambu saat tidur.
“PSN itu bisa salah satunya dengan menutup tampungan air. Misalkan ada ember-ember yang berpotensi untuk menampung air hujan, tolong itu di segera ditumpahkan airnya,” ucap dia.
Di sisi lain sambung dia, beragam program sudah dilakukan, termasuk mengerahkan juru pemantau jentik (jumantik). Begitu pula dengan Fogging atau pengasapan hal itu masih dinilai kurang efektif. Pasalnya, fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk lebih utama.
Berdasarkan hasil fogging yang dilakukan di sejumlah kelurahan di Kecamatan Toboali masih banyak jentik nyamuk yang tidak mati. Maka dari itu, PSN lebih digencarkan karena dinilai lebih efektif untuk memberantas nyamuk.
“Kami mengharapkan masyarakat bisalah lebih berperan serta, karena DBD ini kalau Cuma mengandalkan fogging itu hanya mematikan nyamuk dewasa, jentiknya tidak,” sebutnya.
Walaupun begitu kata Agus Pranawa, guna mengantisipasi penyebaran DBD meluas pihaknya juga telah mengambil langkah semaksimal mungkin. Apabila terdapat laporan pasien DBD di suatu wilayah, dinas kesehatan akan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi. Sehingga akan dilakukan pengecekan apa yang menjadi penyebab DBD.
“Jadi nanti akan dicek di daerah itu, apa penyebabnya. Kalau misalkan ada jentik nyamuknya kita tumpahkan airnya, terus di tampungan air yang ada di dalam bak mandi itu bisa kita kasih abater,” pungkas Agus Pranawa.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Tenaga Non ASN Tak Lulus Seleksi PPPK di Bangka Selatan Tetap Direkrut Lewat Mekanisme PJLP |
![]() |
---|
Bangka Selatan Usul 3 Titik Lokasi SPPG, Peserta Didik Sasaran Program MBG Terus Didata |
![]() |
---|
Kades Jelutung II Bangka Selatan Didesak Mundur, Bupati Instruksikan Dinas Terkait Cek ke Lapangan |
![]() |
---|
Pemkab Bangka Selatan Berkantor Di Desa Bencah, Penerapan Program Air Bakung |
![]() |
---|
Ramah Tamah Bersama Masyarakat Desa Bencah, Program Aik Bakung Pemkab Bangka Selatan Disambut Meriah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.