Profil Tokoh
Biodata Oppenheimer: Bapak Bom Atom, Hancurnya Hiroshima dan Nagasaki dan Penyesalannya
Kurang dari tiga tahun setelah Groves menunjuk Oppenheimer sebagai direktur pengembangan senjata, Amerika menjatuhkan dua bom atom di Jepang....
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Selama 13 tahun, Oppenheimer melakukan penelitian penting dalam banyak bidang ilmiah seperti fisika, nuklir, teori medan kuantum dan astrofisika.
Oppenheimer pun sangat dikenal dunia karena perannya sebagai direktur ilmiah dalam Proyek Manhattan, yang berhasil mengembangkan dan menguji bom atom pertama.
Pada 16 Juli 1945, uji coba Trinity dilakukan di Alamogordo, New Mexico, di mana bom atom pertama di dunia diledakkan dengan sukses.
Oppenheimer merupakan tokoh penting dibalik bom atom yang menghancurkan Nagasaki-Hiroshima di Jepang pada Perang Dunia Kedua.
Baca juga: Kalender 2023, Daftar Tanggal Merah Juli 2023, Lengkap Libur Nasional dan Hari Besar Internasional
Baca juga: Harga HP Oppo di Juli 2023: OPPO A57, OPPO Reno8 Pro hingga OPPO Find X5 Pro,
Baca juga: Cerita Kapten Arianton, KLM BPS Karam di Selat Bangka, 12 Jam Terombang-Ambing Hingga Minum Air Laut
Meski begitu, Oppenheimer disebut menyesali penemuannya terhadap bom atom yang menimbulkan puluhan ribu warga Jepang.
Diketahui, Amerika Serikat memutuskan untuk mengembangkan bom atom lantaran adanya surat yang dikirim oleh fisikawan Albert Einstein kepada Presiden Franklin Roosevelt.
Kala itu, Einstein memperingatkan munculnya bencana kemanusiaan jika Nazi Jerman berhasil mengembangkan dan membuat bom atom.
Perjalanan Hidup J Robert Oppenheimer
Oppenheimer lahir pada tanggal 22 April 1904 di di Kota New York, Amerika Serikat. Ia adalah imigran Yahudi Jerman.
Oppenheimer menempuh pendidikan tinggi dengan berkuliah di Universitas Harvard untuk belajar kimia pada tahun 1922.
Oppenheimer kemudian melakukan perjalanan ke Cambridge di Inggris untuk memulai pekerjaan pascasarjana dalam fisika.
Bekerja di Laboratorium Cavendish di bawah pemenang Hadiah Nobel J.J. Thomson, orang yang mendeteksi elektron, Oppenheimer memulai penelitian atomnya.
Setahun kemudian, Oppenheimer melanjutkan belajar di Universitas Göttingen, Jerman, salah satu pusat terkemuka di dunia untuk fisika teoritis.
Selama berada di Jerman, dia menerbitkan banyak makalah yang berkontribusi pada teori kuantum yang baru dikembangkan.
Baca juga: Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 10 5G, Reno 10 Plus, dan Reno 10 Pro Plus, Desain Ultra Slim Body
Baca juga: 8 Instansi ini Buka Formasi Lulusan SMA untuk CPNS 2023, Dibuka September, Cek Syarat Pendaftarannya
Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2
Salah satu karya penting adalah pendekatan Born-Oppenheimer.
Pada tahun 1927, Oppenheimer telah menerima gelar doktor dan menjadi profesor di University of California, Berkeley, dan California Institute of Technology.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230720-Julius-Robert-Oppenheimer-penemu-bom-atom-okers.jpg)