Berita Bangka Tengah

Modal Bibit Hanya 400 Kg, Petani Perlang Panen Dua Ton Bawang Merah

Bawang itu berhasil dipanen dari hasil bibit umbi sebanyak 400 kg yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah beberapa waktu lalu.

Tayang:
Penulis: Arya Bima Mahendra |
Ist/Dok Desa Perlang
Panen bersama bawang merah oleh petani di Dusun Nadi Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Kamis (20/7/2023). 

POPSBELITUNG.CO, BANGKA - Dengan modal hanya 400 kilogram bibit, petani Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah panen bawang merah hingga dua ton, Kamis (20/7/2023).

Pagi-pagi sekali, para petani sudah datang ke ladang untuk panen bersama bawang merah yang telah mereka tanam sejak beberapa bulan yang lalu.

Agus, salah seorang petani bawang di Dusun Nadi mengungkapkan bahwa panen bawang yang dilakukan kali ini diperkirakan bisa mencapai 2 ton.

Bawang itu berhasil dipanen dari hasil bibit umbi sebanyak 400 kg yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah beberapa waktu lalu.

"Perkiraan kita mencapai dua ton, dari umbi yang berikan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah 400 kg," ucap Agus.

Dia menerangkan, luas lahan yang dimilikinya mempunyai luas sekitar empat hektare. Lahan itulah dia jadikan tempat untuk bertani bawang merah bersama dengan petani lainnya.

Dirinya pun bersyukur lantaran tanah tempat dia bertani tersebut tergolong subur, termasuk untuk tanaman holtikultura seperti bawang merah.

"Selama ini banyak yang berhasil, bawang merah berhasil, cabai merah berhasil. Sekarang kita juga lagi coba nanam semangka," jelasnya.

Agus berujar bahwa pihaknya selaku petani sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Perlang dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang telah banyak membantu selama ini.

"Untuk semangka itu kami dibantu oleh pemerintah desa, kalau bawang merah dari Bupati Bangka Tengah. Kami juga terima kasih kepada para PPL yang banyak membantu kami selama ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wisata Perlang, Yani Basaroni menyarankan agar bawang yang dipanen ini bisa dinikmati oleh ke masyarakat Desa Perlang terlebih dahulu dan sisanya baru di jual ke tengkulak.

"Kita ingin yang menikmati bawang hasil alam Dusun Nadi ini ya masyarakat Desa Perlang. Jangan di jual semua ke tengkulak," harap Roni, sapaan akrabnya.

Dirinya pun mengapresiasi keseriusan petani di Dusun Nadi ini dalam mengoptimalkan bantuan Pemerintah Daerah Bangka Tengah maupun Pemerintah Desa Perlang.

"Kuncinya kalau kita serius dan tekun pasti berhasil," imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved