Berita Bangka Belitung

Perusahaan Jasa Ekspedisi di Bangka Belitung Makin Tertekan

Biaya operasional perusahaan ekspedisi membengkak setelah kenaikan harga BBM diikuti naiknya harga oli atau minyak pelumas kendaraan roda empat.

Tayang:
Penulis: Erlangga | Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis lonjakan harga oli premium. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA POS - Perusahaan jasa ekspedisi atau angkutan barang di Bangka Belitung makin terhimpit.

Biaya operasional perusahaan ekspedisi membengkak setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diikuti naiknya harga oli atau minyak pelumas kendaraan roda empat.

Kenaikan harga oli kendaraan di Bangka Belitung terjadi sejak April 2026 lalu.

Baca juga: Pemilik Toko Kaget Harga Oli Mobil di Pangkalpinang Melonjak

Kepala Cabang Indah Cargo Pangkalpinang, Heruastri, mengatakan kenaikan harga oli menjadi salah satu faktor yang langsung memengaruhi biaya perawatan armada.

Perusahaannya saat ini mengoperasikan enam unit kendaraan, terdiri dari empat truk diesel, satu Mitsubishi L300, dan satu Daihatsu Gran Max berbahan bakar bensin.

Baca juga: Sulit Hindari Efek Berantai Kenaikan Harga Oli Mobil

“Kalau untuk perawatan kendaraan, yang paling terasa sekarang memang harga oli. Hampir semua jenis oli naik. Ada yang naik sampai Rp50 ribu per kemasan, sehingga biaya servis otomatis ikut meningkat,” ujar Heruastri, Senin (18/5/2026).

Pantauan di halaman kantor cabang Indah Cargo Pangkalpinang, Senin (18/5/2026), sejumlah kendaraan operasional tampak terparkir rapat.

Sebuah truk besar berwarna putih dan mobil niaga berjejer di depan gudang, sementara pekerja sibuk memindahkan karung dan paket ke dalam kendaraan yang akan diberangkatkan.

Heruastri menjelaskan, oli merupakan komponen vital yang harus diganti secara berkala untuk menjaga performa mesin. Dengan intensitas penggunaan kendaraan yang tinggi, perawatan rutin menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Menurutnya, seluruh armada beroperasi setiap hari untuk melayani pengiriman paket ke berbagai wilayah di Pulau Bangka, mulai dari Pangkalpinang hingga ke Mentok, Belinyu, Sungailiat, Koba, dan Toboali.

“Mobil kami setiap hari jalan. Karena itu, perawatan rutin wajib dilakukan. Kalau oli tidak diganti tepat waktu, risiko kerusakan mesin jauh lebih besar dan biaya perbaikannya bisa lebih mahal,” katanya.

Heruastri menambahkan, kendaraan dengan rute jarak jauh, khususnya truk diesel yang melayani pengiriman antarkabupaten, membutuhkan frekuensi servis lebih sering dibanding kendaraan dalam kota.

“Kalau kendaraan jarak jauh, servis bisa sampai dua kali dalam sebulan. Jadi walaupun kenaikan harga oli terlihat kecil, kalau dikalikan dengan jumlah armada dan frekuensi servis, totalnya cukup besar,” ujarnya.

Tambahan Komponen

Selain oli, kenaikan biaya juga terjadi pada komponen pendukung servis lainnya, seperti filter oli serta jasa bengkel. Hal ini membuat total biaya perawatan kendaraan meningkat secara keseluruhan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved