Berita Bangka Tengah

DPRD Bateng Datangi Pj Gubernur Babel Minta Tambah Rombel di SMAN 1 Koba

Batianus mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kesigapan dari PJ Gubernur Babel dalam menangani masalah ini.

Tayang:
Penulis: Arya Bima Mahendra |
Istimewa
Rombongan anggota DPRD Bangka Tengah saat audiensi bersama PJ Gubernur Babel, Suganda dan jajarannya, Selasa (25/7/2023) di Rumah Dinas Gubernur Babel. (Ist/DPRD Bateng) 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Aksi damai dan audiensi terhadap polemik PPDB SMA/SMK yang dilakukan oleh para siswa dan wali murid kemarin sore mulai menemukan solusi.

Secara bertahap, jalan keluar terhadap permasalahan tersebut sudah mulai ditemukan, salah satunya adalah perihal penambahan rombongan belajar.

Dalam rangka menyampaikan aspirasi tersebut, rombongan anggota DPRD Bangka Tengah yang terdiri dari Komisi II dan pimpinan DPRD mendatangi langsung Pj Gubernur Babel, Suganda, Selasa (25/7/2023).

Bertempat di Rumah Dinas Gubernur Babel, anggota DPRD Bangka Tengah menyampaikan keluhan masyarakat dimana ada sekitar 30-an siswa di Kota Koba yang belum bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK.

Wakil Ketua I DPRD Bateng, Batianus mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kesigapan dari PJ Gubernur Babel dalam menangani masalah ini.

"Pak Pj sigap menanggapinya dan langsung meminta Kadindik Babel untuk berangkat ke Kemendikbudristek meminta perizinan untuk SMA 1 buka rombel karena perizinannya di Kemendikbudristek RI,” ucap Batianus.

Menurutnya, persoalan PPDB di Kabupaten Bangka tengah, khususnya di Kota Koba memang berbeda dengan kabupaten/kota lain karena memang hanya memiliki satu SMA negeri dan tidak ada SMA/SMK swasta.

Diakuinya, sebelum audiensi itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan cabdin wilayah 1.

“Kami ingin anak-anak kami jangan putus sekolah karena IPM Bangka Tengah hanya di angka 7,2 dan ini upaya kami mendorong ini agar IPM kami bisa diangka 9 kedepannya,” ungkapnya.

Senada, Anggota Komisi II DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi menuturkan bahwa dari hasil audiensi tersebut sudah ada solusi yang sedang berprogres.

"Kalau dibilang pasti atau tidaknya ditambah rombel, belum bisa dipastikan. Tapi ini sudah berprogres karena Dindik Babel sudah diperintahkan Pj Gub untuk konsultasi ke Kemendikbud," kata Apri.

Kendati demikian, tentu dirinya berharap agar solusi penambahan rombel tersebut benar-benar dapat terjadi agar siswa-siswi di Kota Koba dapat melanjutkan sekolahnya.

Diakuinya, saat audiensi tadi, pihaknya juga menyampaikan solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar permasalahan PPDB ini tidak terjadi lagi kedepannya.

"Untuk jangka panjang, yang paling ideal saat ini adalah penambahan rombel itu tadi," jelasnya.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang adalah dengan membangun SMA Negeri di Kota Koba.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved