Berita Bangka Selatan
Atasi Sampah, Desa Tukak Bentuk Kelompok TPS3R Selangat
Haris Setiawan mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah.
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Sejumlah masyarakat di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung diajak untuk dapat memilah sampah dari sumber.
Langkah ini guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pasalnya permasalahan sampah menjadi atensi utama.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Haris Setiawan mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah. Caranya dengan membentuk Kelompok pemanfaatan dan pemelihara program. Melalui Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle.
Baca juga: Cegah dan Kendalikan Penyakit ATM, Pemkab Bangka Minta Bantuan Seluruh Kades
“Jadi saat ini TPS3R Selangat Desa Tukak kini sudah terbentuk. Berdirinya kelompok TPS3R Selangat Desa Tukak, guna mengurangi, menggunakan dan daur ulang sampah di daerah itu,” kata dia, Rabu (26/7/2023).
Haris berujar, pemerintah terus mengupayakan pengurangan sampah plastik. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah telah melakukan berbagai pengaturan. Dengan penerbitan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Serta PP Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik.
Baca juga: Bawaslu RI Tunda Pengumuman Hasil Tes Bawaslu Kabupaten dan Kota
Penetapan kelompok TPS3R Desa Tukak telah ditetapkan pada bulan Juni 2023 lalu. Tugas dan fungsi TPS3R melakukan pendekatan pengelolaan 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, memilah sampah, pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.
“Selain mengurangi kuantitas sampah yang ada di lingkungan tempat tinggal kelompok masyarakat, TPST 3R juga memberikan manfaat dalam pembelajaran pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui sumbernya dan penyerapan tenaga kerja,” ucap Haris.
Di sisi lain sambung dia, pengelolaan TPST 3R nantinya juga dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Permasalahan sampah masih menjadi problematik yang belum teratasi. Bank sampah menjadi salah satu solusi yang ditawarkan agar alur pengelolaan sampah lebih tersistem dan memberikan dampak pada lingkungan.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Bangka Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Langkah ini agar sampah plastik tidak berakhir ke lingkungan dan mencemari sekitarnya. Maka daro itu perlu dilakukannya pengelolaan melalui bank sampah.
“Sebagai informasi, upaya mendorong pemilahan sampah dari tingkat terkecil masyarakat itu diharapkan dapat meningkatkan aksi nyata masyarakat untuk mengurangi sampah plastik,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua kelompok pengelola sampah Selangat, Anwar menambahkan saat ini telah dibuka bank sampah di desa Tukak yang diberi nama ‘Bank Sampah Selangat Desa Tukak’. Bank Sampah Selangat Desa Tukak akan beroperasi setiap hari Jumat dan Sabtu, buka pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
“Dengan adanya Bank Sampah Selangat Desa Tukak kami harapkan nantinya masyarakat desa Tukak dan sekitarnya dapat melakukan pengelolaan sampah dengan cara menabung di bank sampah Selangat Desa Tukak,” kata dia.
Ketika warga sudah memilah sampahnya lanjut dia, kemudian sampah yang sudah terpilah bisa dikirim langsung ke bank sampah dan ditabung untuk dijadikan saldo. Nantinya saldo sampah itu bisa dinominalkan menjadi uang.
“Nanti sampah itu dikirim ke bank sampah induk, akan diambil sama perusahaan besar yang butuh bahan baku untuk daur ulang,” sebut Anwar.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/2607-desa-tukak.jpg)