Berita Pangkalpinang

Kesal Ditagih Hutang Chip Slot, Krisna Bacok Andi hingga Luka Parah

Gara-gara sering nagih hutang chip slot Andi Saputra (38), justru mengalami sejumlah luka bacok

Istimewa
Pelaku tindak pidana penganiayaan saat diringkus tim Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang. (Ist). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Gara-gara sering nagih hutang chip slot Andi Saputra (38), justru mengalami sejumlah luka bacok hingga membuat sekujur tubuhnya bersimbah darah.

Kasus tersebut diketahui bermula pada Sabtu (12/8/2023) lalu sekitar pukul 18.15 wib, saat pelaku yakni Krisna Wijaya (19) mendatangi korban yang sedang berada di daerah Simpang Tujuh Jalan Ahmad Yani, Kota Pangkalpinang. 

Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, Kompol Evry Susanto mengatakan pelaku datang, dengan membawa sebilah parang dan langsung melakukan aksi tindak pidana penganiayaan. 

"Pelaku ini secara tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dan melakukan pembacokan terhadap korban yang berada di depan pintu kamarnya," ujar Kompol Evry Susanto, Senin (14/8/2023).

Akibatnya tangan kanan korban mengalami dua luka bacokan, yang membuat pihak korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pangkalpinang.

Tak butuh waktu lama berselang enam jam kemudian, tim Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang berhasil meringkus Andi Saputra. 

"Iya dari penyelidikan pelaku ini juga mengalami luka di bagian jari kaki , dan kami berhasil menemukan pelaku saat pelaku sedang berobat di Rumah Sakit Umum Kota Pangkalpinang," jelasnya

Dari hasil interogasi terungkap motif pelaku melakukan aksi penganiayaan, lantaran sakit hati dan emosi terhadap perbuatan korban kepada pelaku. 

"Jadi ada beberapa hal yaitu korban ada datang ke rumah pelaku untuk menagih hutang dengan nada kasar, lalu pelaku juga kesal korban selalu menagih janji pelaku yang akan memberi chip slot," katanya. 


Selain itu juga pelaku terpancing emosinya, lantaran korban yang pernah diduga melakukan pembulian terhadap pelaku di hadapan teman tongkrongannya.

Hal ini pun terjadi sehari sebelum aksi pembacokan, di mana korban yang sedang mabuk sempat menghampiri pelaku. 

"Iya korban ini langsung membuli pelaku dengan cara menoel kepala pelaku secara berulang, di depan teman-teman pelaku karena korban menagih janji cip slot yang belum terpenuhi," ungkapnya. 

Sementara itu kini sebilah parang dan pelaku sudah berada di Polresta Pangkalpinang, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). 

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved