Menparekraf Kunjungi Belitung

22 Objek Cagar Budaya Seputar Tanjungpandan Jadi Rute Belitong Heritage City Walk

Sebanyak 22 objek cagar budaya di Belitung dilewati oleh ribuan peserta Belitong Heritage City Walk Street Carnival yang dibuka oleh Menparekraf.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Gedung Nasional yang dibangun tahun 1953, merupakan satu dari tiga bangunan pemerintah yang dibangun pada masa awal terbentuknya Kabupaten Belitung. 

Bangunan ini relatif baik dan terpelihara dan masih dipergunakan untuk peribadatan penganut Kong Hu Cu.

Terdiri atas satu bangunan induk dengan arsitektur khas Cina dan dua bangunan pelengkap di sudut timur dan sudut barat halaman, serta pagar keliling.

Meja altar dan Toapekong terdapat di ruang utama tepat di depan pintu masuk.

Halaman yang luas di depan kelenteng merupakan areal untuk acara keagamaan seperti perayaan Konyen (Imlek), Sembayang Rebut, dan pertunjukan Barongsai .

Bangunan kelenteng yang sekarang merupakan perluasan dari bangunan kelenteng sebelumnya.

Kelenteng Hok tek Che berada di kawasan yang pada masa lalu disebut Pasar Bawah, di mana terdapat Pasar Ikan dan pertokoan Cina di sebelah timur muara Sungai Siburik.

Adanya komunitas Cina di lokasi sekitar kelenteng ini telah diketahui sejak tahun 1759.

Keberadaan pemukiman kecil ini juga sudah diketahui ketika Depati Rahat mulai bermukim di Tanjungpandan pada awal abad ke-19, namun pada waktu itu kelenteng mungkin belum berdiri.

Cikal bakal kelenteng Hok Tek Che diperkirakan terkait dengan eksistensi imigran Cina di Belitung sejak tahun 1853, yang dibawa Belanda untuk dipekerjakan sebagai kuli tambang di Belitung.

Kuli tambang yang disebut xinke sebagian besar adalah orang Hakka, sehingga kelenteng ini kemudian identik dengan orang Hakka. Dibangun pada tahun naga yakni 1868, bersamaan dengan dikembangkannya pasar kota oleh pemerintah Belanda dengan bantuan NV Billiton Mij.

Pada masa kemerdekaan, tempat peribadatan ini dikelola oleh Yayasan Hok Tek Che hingga sekarang.

3. Rumah Tuan Kuase

Eks Rumah Tuan Kuase di Tanjungpandan, Belitung, yang kini menjadi mes Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disebut Mes Bougenville.
Eks Rumah Tuan Kuase di Tanjungpandan, Belitung, yang kini menjadi mes Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disebut Mes Bougenville. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Tuan Kuase adalah istilah setempat untuk menyebut pimipinan tertinggi (Hoofdadministrateur) NV. Billiton Maatschappij/ NV. Gemeenschappelijke Mijnbouwmaatschappij Billiton (GMB) yang ditempatkan di Belitung.

Rumah ini dibangun pada tahun 1862 dan merupakan salah satu dari tiga bangunan permanen
pertama yang dibangun oleh NV Billiton Mij di KampongPandan (kawasan Tanjung Pendam sekarang).

Tuan Kuase yang pertama menempati rumah ini adalah F.W.H. von Hademann (1860-1865).

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved