Menparekraf Kunjungi Belitung
22 Objek Cagar Budaya Seputar Tanjungpandan Jadi Rute Belitong Heritage City Walk
Sebanyak 22 objek cagar budaya di Belitung dilewati oleh ribuan peserta Belitong Heritage City Walk Street Carnival yang dibuka oleh Menparekraf.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Pada periode PTT hingga UPT Belitung, rumah ini ditempati oleh pemimpin tertinggi di perusahaan tersebut.
Kini bekas rumah Tuan Kuase menjadi mess Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disebut Mes Bougenville.
4. Jam Gede
Bangunan kantor pusat perusahaan timah Belitung yang lebih dikenal dengan nama Jam Gede, telah memainkan peran sangat penting sepanjang sejarah Pulau Belitung.
Diperkirakan telah berdiri sejak 1860-an, tidak lama setelah berdirinya NV Billiton
Maatschappij.
Dari kantor ini, dikendalikan segala aktivitas penambangan timah di seantero Pulau Belitung.
Dari tempat ini pula bermula titik nol kilometer untuk jalan-jalan utama yang menghubungkan Tanjungpandan dengan pusat-pusat penambangan yaitu Buding, Manggar, Gantung/Lenggang, serta Dendang, di Belitung Timur.
Tepat di depan Jam Gede terdapat Staanplaats dan KV Senang, serta pertokoan yang mengitarinya.
Pada masa ini KV Senang adalah sebuah kavling atau areal khusus untuk bersenangsenang, yang di dalamnya terdapat rumah bola (bilyar), warung kopi, serta penjual makanan.
Di tempat ini, ambtenar-ambtenar GMB melepas lelah pada jam-jam istirahat.
Tahun 1926, di depan jam Gede ditempatkan sebuah prasasti untuk mengenang para pionir Belanda yang merintis penambangan timah di Belitung.
Pada masa perang kemerdekaan, di Staanplaats, tepat di depan KV Senang, Belanda meletakkan mayat-mayat pejuang Belitung yang gugur pada kontak senjata tanggal 25 November 1945.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230903-Gedung-Nasional-di-Tanjungpandan-Belitung.jpg)