Citizen Reporter

Pemilu Perdana Generasi Z di Tahun 2024

Generasi Z atau disebut Gen Z merupakan 27.94 persen dari total populasi indonesia, jika mengacu pada sensus penduduk pada tahun 2020.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Novita
Ist
Anugrah Gusmiansyah Mahasiswa Prodi Hukum Universitas Bangka Belitung 

BANGKA - Generasi Z atau biasanya disebut Gen Z merupakan 27,94 persen dari total populasi Indonesia. 

Jika mengacu pada sensus penduduk pada tahun 2020 jumlah Gen Z mencapai 270,2 juta jiwa. 

Generasi Z adalah kelompok usia berkisar 17 hingga 25 tahun. 

Mereka akan menjadi sasaran pada Pemilu 2024 yang akan segera mendatang, terkhusus untuk generasi Z yang baru pertama kali memberikan suaranya untuk pemilihan umum. 

Tentunya akan menjadi tugas yang berat bagi partai politik untuk menentukan strategi yang tepat agar supaya tidak salah langkah untuk merebut hati dan suara dari generasi Z. 

Berbicara mengenai Gen Z dan juga pemilihan umum, tidaklah mudah untuk menarik hati dan simpati serta dukungan dari kalangan Generasi Z. 

Apalagi Gen Z dan milenial akan mendominasi Pemilu 2024, dari sebanyak 204 juta pemilih 113 juta adalah gen z dan milenial, ini lebih dari 50 persen total pemilih. 

Untuk mendapatkan simpati serta dukungan harus menarik dan betul-betul ada terobosan, apalagi sekarang bisa terlihat jelas sebagian Gen Z dicap sebagai kelompok apolitis tidak terlalu memperduikan hak suaranya. 

Namun, tidak semua Gen Z apolitis ada juga sebagian mayoritas gen z mengaku bakal menggunakan hak pilihnya di 2024.

Generasi Z mempunyai kemauan sangat kuat untuk berpolitik. Tetapi, pengetahuan generasi z tentang perpolitikan sangat minim dan cukup terbatas. 

Oleh sebab itu, Gen Z lebih cenderung mencari secara mandiri jejaring sosial atau belajar sendiri. 

Dari jejaring media sosial merupakan sebuah platform untuk menyapa kaum Gen Z

Namun, konten seperti apa yang disenangi oleh generasi Z?, apa pendekatan yang tepat untuk menyasar ke Gen Z?

Gen Z lebih suka konten media sosial berbasis video, namun penyajiannya harus visual dan tidak terlalu panjang durasinya. 

Media media digital seperti Instagram, Tiktok, YouTube, dan Twitter merupakan aplikasi yang erat dengan generasi Z. 

Gen Z lebih sering menggukan media digital, yaitu sekitar 8,5 jam per hari. 

Oleh sabab itu, informasi politik dan kampanye onlie para politisi sangat relevan bagi kelompok generasi Z. 

Generasi Z tidak loyal dengan platform media sosial manapun, tetapi berpindah-pindah untuk mengikuti tren.

Berdasarkan strategi di atas, dapat disimpulkan bahwa gen z mempunyai akses ketergantungan kepada teknologi dan gadget

Gen Z sangat berbeda dengan generasi-generasi terdahulu yang rajin membaca buku-buku, majalah, dan koran. 

Gen z ini terlalu santai atas berita yang bertebaran di internet. 

Dengan adanya teknologi dan kebebasan gen z lebih terampil, kreatif dan aktif menggunakan kecanggihan teknologi. 

Dengan simpati dan konten kampanye online yang menarik hati gen z, akan membuat Gen Z mempergunakan hak atas suaranya dengan baik. 

Gen Z sangat cocok dipimpin oleh pemimpin dengan gaya transformasial, karena bisa meningkatkan semangat dan efisiensi mereka. (*)

Penulis

Anugrah Gusmiansyah, Mahasiswa Prodi Hukum,

Universitas Bangka Belitung

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved