Berita Bangka Selatan

Dua Orang Pasien DBD Meninggal Dunia di Bangka Selatan 

Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak lagi, hingga tercatat 32 kasus di Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Terminix
ILUSTRASI: Gigitan Nyamuk 

POSBELITUNG.CO -- Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak lagi. Hingga saat ini tercatat 32 kasus di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), dua di antaranya menyebabkan pasien meninggal dunia.

"Sampai hari ini yang baru tercatat di laporan itu ada 32 kasus. Masih ada beberapa yang belum masuk laporan untuk bulan ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin, Selasa (26/9/2023).

Menurutnya, El Nino berdampak pada meningkatnya warga terserang DBD. Terdata sejak awal Januari hingga akhir Agustus 2023 sebanyak 32 orang terserang DBD. Sebanyak 30 orang dinyatakan sembuh, sedangkan dua orang di antaranya meninggal dunia.

Slamet menyebut, selama fenomena El Nino dua bulan terakhir penambahan kasus DBD cukup tinggi mencapai 11 kasus periode Bulan Juli sampai Agustus 2023.

Tingginya penambahan kasus ini lantaran banyak masyarakat yang mengalami kekeringan air. Hingga akhirnya masyarakat menampung air dan tempat penampung air, sehingga timbulnya risiko jentik nyamuk aedes aegypti.

"Karena El Nino fenomena DBD bergeser, sehingga banyak temuan kasus DBD di tengah musim kemarau. Karena banyak warga warga menyimpan air di tempat penampungan," jelasnya.

Di samping itu lanjut dia, dari keseluruhan kasus DBD ada beberapa kecamatan menjadi lokus penanganan. Kasus DBD paling banyak terjadi di Kecamatan Toboali, 20 orang, yakni di Puskesmas Toboali 18 kasus dan Puskesmas Rias dua kasus. Disusul Kecamatan Airgegas sembilan kasus, yakni di Puskesmas Airgegas delapan kasus dan Puskesmas Airbara satu kasus serta di Kecamatan Payung tiga kasus.

Sedangkan untuk Kecamatan Lepar, Kecamatan Kepulauan Pongok, Kecamatan Pulau Besar, Kecamatan Simpang Rimba dan Kecamatan Tukak Sadai masih nihil kasus DBD. Sementara untuk kasus DBD meninggal dunia terjadi di wilayah kerja Puskesmas Toboali dan Puskesmas Airgegas.

Pihaknya terus melakukan penyelidikan epidemiologi di desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas itu. "Memang paling banyak kasus DBD ada di Puskesmas Toboali 18 kasus dan Puskesmas Airgegas delapan kasus. Kasus DBD meninggal dunia juga di Puskesmas itu," katanya.

Kendati begitu kata Slamet, DBD sudah jadi menjadi kasus endemik terutama berkaca pada tahun 2022 ada sebanyak 115 orang terkena DBD, terdiri 111 orang sembuh dan empat orang meninggal dunia. Oleh karena itu, ia pun mendorong agar paradigma preventif lebih diprioritaskan saat ini. Berbagai pihak perlu diajak bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya memberantas atau mengatasi permasalahan penyakit DBD.

Terutama menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan sekitar, khususnya yang dapat menimbulkan atau menjadi sarang nyamuk. DBD bisa diatasi dan ditangani bersama-sama, terpenting mau tidaknya masyarakat meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar.

"Terutama kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS-Red)," ujar Slamet.

Slamet mengungkapkan, peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk atau PSN sangat diperlukan. Pasalnya PSN masih menjadi langkah efektif untuk mencegah penularan DBD dibandingkan dengan fogging alias pengasapan.

"Pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus saling terpadu bekerjasama. Maka dari itu kita mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Menurut Slamet, untuk mencegah munculnya sarang nyamuk aedes aegypti dimulai dari langkah antisipasi. Baik dimulai diri sendiri dan lingkungan rumah tangga. Caranya, tidak membiarkan ada sarang-sarang nyamuk di lingkungan rumah dan mengurangi adanya genangan air. "Upaya edukasi warga jadi poin penting. Sekarang ini transformasi kesehatan itu ke arah pencegahan," jelas Slamet.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved