Mohammed Deif, si 'Mata Satu' Pemimpin Hamas Paling Diburu Israel, Ternyata Ahli Bom dan Terowongan
Sejak penyerangan Hamas itu, Israel membalas dengan berkali-kali lipat. Tentara Israel menyerang Gaza siang dan malam melalui udara dan darat. Hing...
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Menjadi orang paling dicari selama bertahun-tahun, membuat Deif sering menjadi objek upaya pembunuhan oleh Israel.
Istrinya, putranya yang berusia 7 bulan, dan putrinya yang berusia 3 tahun tewas akibat serangan udara Israel pada tahun 2014.
Ketika itu, The New York Times mengutip Ronen Bergman, jurnalis Israel spesialis urusan keamanan.
Dia bilang, "Deif adalah satu-satunya tokoh militer utama di Hamas yang bertahan begitu lama."
Bergman menambahkan: "Fakta bahwa dia mampu lolos dari berbagai upaya pembunuhan dan pulih dari cedera parah telah membangun citra dan prestisenya sebagai legenda antipeluru."
Selama tahun 2000-an, Deif selamat dari empat upaya pembunuhan oleh Israel walau harus menderita luka-luka parah.
Termasuk kehilangan salah satu mata dan beberapa bagian tubuhnya, menurut laporan dari Israel.
Mantan kepala dinas intelijen IDF mengungkapkan parahnya luka-luka yang dialami Deif setelah serangan udara Israel atas rumah seorang anggota Hamas pada 2006.
"Banyak yang mengira dia tidak akan bisa lagi berfungsi sebagai pemimpin dan perencana militer," kata pensiunan jenderal Israel itu kepada BBC.
"Tapi dia bisa pulih semampunya. Walau hilang satu mata, ya sudah hilang saja."
Selamatnya Deif dari beberapa kali upaya pembunuhan Israel itulah yang membuat dia berjuluk "kucing dengan sembilan nyawa" di kalangan musuh-musuhnya.
Upaya pembunuhan kelima atas Deif terjadi saat operasi militer Israel di Gaza pada 2014.
Seperti disebut di atas, meski berhasil lolos dari maut, serangkaian serangan itu disebut telah membuat Deif harus menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda.
Dia kehilangan satu kakinya, sementara sumber lain menyebut dia juga telah kehilangan satu matanya.
Masih menurut Financial Times, mengutip para pejabat Israel, Deif juga telah menargetkan sasaran-sasaran berdampak besar di Israel.
Seperti pemukiman dan tentara di wilayah pendudukan, bus-bus di Jerusalem dan Tel Aviv.
"Di Hamas, kata pejabat itu, Deif adalah lawan yang rumit ...," tulis FT.
Kelangsungan hidupnya saat memimpin sayap bersenjata Hamas membuat pria bermata satu itu mendapatkan status pahlawan rakyat Palestina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20231116-Mohammed-Deif-pemimpin-sayap-militer-Hamas.jpg)