Berita Bangka Selatan
Tugu Pemain Bola di Toboali Dikritik Masyarakat, Mirip Transformers Menendang Bola
Namun setelah diganti dengan patung berbentuk kotak-kotak, kini menyerupai film animasi fiksi transformers menendang bola.
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Pembangunan tugu bola yang berada di Jalan Raya Toboali, atau tepatnya berada di simpang tiga depan Kantor Camat Toboali menuai sorotan masyarakat.
Alih-alih dibangun ulang supaya lebih menarik, tugu tersebut kini dinilai masyarakat menyerupai robot.
Padahal tugu sepakbola itu sebelumnya menyerupai seseorang menggunakan kaos warna merah dan kolor putih sedang menendang bola menggunakan kaki kanannya.
Namun setelah diganti dengan patung berbentuk kotak-kotak, kini menyerupai film animasi fiksi transformers menendang bola.
Maka dari itu masyarakat setempat menyayangkan pembangunan patung tersebut diganti tidak sesuai dengan sejarah atau filosofi yang ada.
Menyikapi permasalahan itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Selatan, Yudi Siswanto bilang, tema pembangunan tugu tersebut berbentuk abstrak.
Karya abstrak yakni karya yang menghadirkan hasil yang tidak ada wujudnya di dunia. Patung abstrak yang secara umum sudah terlepas dari bentuk tiruan alam dan bentuknya abstrak. Patung yang menggambarkan khayalan manusia abstrak tidak akan menggambar subjek potret manusia, pemandangan, hewan atau referensi lainnya yang terdapat di alam dunia.
“Tugu tersebut temanya abstrak, tetapi enggak seperti robot sebenarnya,” kata dia di Toboali, Senin (20/11/2023).
Yudi berujar, pembangunan tugu bola tersebut merupakan bantuan corporate social responsibility atau CSR dari Bank Sumsel-Babel cabang Toboali. Termasuk pembangunan kawasan pedestrian di sekitar tugu itu. Saat pelaksanaan proses pembangunan tugu itu pihaknya telah meminta kepada pekerja untuk diubah ke dalam bentuk yang lebih minimalis. Akan tetapi bukan diubah di dalam bentuk seperti robot seperti saat ini.
Namun kewenangan dirinya juga terbatas. Mengingat dirinya juga bukan pengawas proyek tersebut. Hanya saja diminta untuk memantau dan melihat proses pembangunan tugu. Sekaligus memberi penjelasan terhadap pekerja yang mengerjakan proyek itu.
“Saya bukan pengawas juga mas, hanya diminta batu lihat-lihat saja. Juga untuk menjelaskan tukang bertanya, saya yang bantu menjelaskan,” ucap Yudi.
Kendati demikian, saat disinggung mengenai pagu anggaran pembangunan tugu bola tersebut nominalnya tidak sampai Rp200 juta. Begitu juga dengan pekerjaan proyek tersebut melalui sistem penunjukan langsung atau PL. Oleh karena itu pihaknya masih menunggu masukan dari masyarakat jika pembangunan tugu tersebut dirasa kurang cocok.
“Untuk dananya juga tidak sampai Rp200 juta dan pekerjaan tersebut yakni penunjukan langsung,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Toboali Octavidy Edward saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengakui, pembangunan Tugu Sepakbola tersebut memang berasal dari CSR bank daerah itu.
"Kita cuma menyediakan dananya saja, tetapi terkait pengerjaan dan pengawasannya oleh dinas terkait," katanya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/2011-tugu-pemain-bola.jpg)