Boikot Merek Barat Melanda Timur Tengah, Berhasil Turunkan Jumlah Pelanggan, Coca Cola Tersingkir

Ketika kampanye ini mulai menyebar, seruan boikot yang beredar di media sosial telah meluas hingga mencakup lusinan perusahaan dan produk, sehingga...

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar Aksi Akbar Bela Palestina di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (5/11/2023). Aksi yang juga dihadiro beberapa tokoh politik dan tokoh lintas agama tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan mengutuk keras serangan-serangan yang terus dilancarkan Israel. 

POSBELITUNG.CO -- Aksi boikot anti-Barat melanda Timur Tengah. Merek-merek perusahaan Amerika dan Eropa terkena dampak boikot di seluruh kawasan tersebut.

Sebagai gantinya, konsumen memilih dan beralih ke produk alternatif lokal. Langkah ini dilakukan sebagai aksi protes terhadap dukungan pemerintah negara-negara Barat terhadap Israel di tengah perang di Gaza.

Selain itu, sejumlah restoran cepat saji di negara-negara Arab terkena dampak kampanye boikot atas serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Tak hanya itu, produk lainnya seperti deterjen pun terdampak.

Beberapa perusahaan yang menjadi sasaran kampanye itu dianggap mengambil sikap pro-Israel, dan beberapa lainnya diduga memiliki hubungan keuangan dengan Israel atau melakukan investasi di sana.

Ketika kampanye ini mulai menyebar, seruan boikot yang beredar di media sosial telah meluas hingga mencakup lusinan perusahaan dan produk, sehingga mendorong pembeli untuk beralih ke produk alternatif lokal.

Contohnya di Kuwait City pada Selasa (21/11/2023) malam, cabang Starbucks, McDonald's dan KFC semuanya hampir kosong.

Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan pada SYL, Terancam Penjara Seumur Hidup

Baca juga: Ben Gvir, Menteri Garis Keras Israel Tolak Gencatan Senjata di Gaza, Ancam Mundur dari Pemerintah

Baca juga: Biodata Raffi Ahmad, Suami Nagita yang Berani Tantang Ariel Noah di Ring Tinju: Soon, Desember 2023

Seorang pekerja Starbucks mengatakan, merek-merek Amerika lainnya juga terkena dampaknya.

Di Rabat, ibu kota Maroko, seorang pekerja di cabang Starbucks mengatakan jumlah pelanggan menurun secara signifikan pada minggu ini.

Meski demikian, perusahaan tidak memberikan angka pastinya.

Seorang warga Kairo yang sedang berdemo mengatakan, boikot adalah cara terbaik untuk membuat suara mereka didengar.

"Saya merasa meskipun saya tahu hal ini tidak akan berdampak besar pada perang, maka setidaknya ini yang bisa kita lakukan sebagai warga negara yang berbeda agar kita tidak merasa tangan kita berlumuran darah," ujarnya, dikutip dari Al Arabiya.

Meski demikian, McDonald's Corp mengatakan dalam sebuah pernyataan bulan lalu bahwa mereka kecewa dengan disinformasi mengenai posisinya dalam konflik tersebut dan bahwa pintunya terbuka untuk semua.

Waralabanya di Mesir telah menegaskan kepemilikannya di Mesir dan menjanjikan bantuan sebesar 20 juta pound Mesir ($650.000) ke Gaza.

Starbucks tidak menanggapi permintaan komentar mengenai kampanye tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved