Berita Belitung

Wabup Belitung Langsung Temui Warga Miskin Ekstrem, Laporan Tidak Terbukti

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menemui langsung warga-warga yang terdata sebagai miskin ekstrem.

Penulis: Rusaidah |
Istimewa/Dok. Setda Belitung
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menemui keluarga warga yang terdata sebagai miskin ekstrem. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG  - Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie menemui langsung warga-warga yang terdata sebagai miskin ekstrem. Dari sebanyak 22 orang yang tercatat masuk kategori miskin ekstrem, tiga di antaranya telah ditemui Isyak di Desa Air Saga dan Desa Aik Pelempang Jaya.

"Ternyata ketika verifikasi lapangan, dengan berbagai ceklis yang ada, ada temuan unik. Laporan kepada kami bahwa yang bersangkutan pikun ternyata tidak terbukti. Sehat, bugar, walaupun sudah berusia. Saya saya coba, ingatannya bagus sekali," katanya, Selasa (21/11/2023).

Ketiga warga yang terdata sebagai miskin ekstrem ini memang lansia yang berumur 60 tahun, 61 tahun dan 82 tahun.

Isyak mengatakan ketiganya memang tidak punya rumah dan tidak punya legalitas tanah.

Ia pun sempat menawarkan untuk menyiapkan lahan agar mereka pindah. Namun dari ketiganya, hanya satu orang yang bersedia, sementara dua lainnya tetap ingin berada di dekat keluarga.

"Kami minta keluarganya menghibahkan tanah 6x6 atas nama bersangkutan, tanah kita legalkan, terus tanah tersebut diajukan dalam proyek PUPR dan kita bangunkan rumah layak huni. Kalau tidak bisa, kita carikan donasi untuk bangunkan rumah yang ada ruang tamu, kamar tidur satu, dapur, dan MCK," ujar dia.

Warga yang terdata sebagai miskin ekstrem ini, lanjutnya, harus masuk dalam program layak huni. Apalagi Belitung mendapatkan dana insentif untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem senilai Rp6 miliar sehingga pembangunan rumah layak huni kepada warga miskin ekstrem harus menjadi prioritas.

Sementara dari sisi penghasilan, buat warga di Desa Air Saga masih memiliki pekerjaan walau hasilnya masih di bawah standar. Isyak lantas menginstruksikan dinas terkait untuk mendatangi orang yang memberikan pekerjaan untuk meningkatkan penghasilan supaya di atas ambang bawah yang ditetapkan sebagai syarat kemiskinan ekstrem yakni Rp350 ribu.

Seorang lainnya yakni seorang ibu yang anaknya jadi TKI di Malaysia. Setiap bulan menerima uang di atas Rp1 juta secara rutin, sehingga otomatis bukan termasuk kategori miskin ekstrem.

"Lalu nenek tinggal seorang diri 82 tahun, memang rumahnya numpang, tapi rumahnya rapi, bersih, sikapnya baik, kita akan carikan solusi untuk kasih bantuan sosial yang lebih banyak. Saya lihat bantuan sudah diberikan dia terima uang sekitar Rp1 juta," ujarnya

"Kalau dikasih rumah hibah, kalau ada apa-apa yang bersangkutan, status rumahnya punya siapa, maka sementara di sana dulu tapi memastikan makanan tercukupi dan mendapat pendapatan dari bantuan sehingga tidak masuk miskin ekstrem," lanjut Isyak.

Tiga dari 22 warga miskin ekstrem saja, lanjutnya, ketiganya bisa dikeluarkan dari data miskin ekstrem. Selanjutnya ia pun bakal melanjutkan verifikasi lapangan ke Air Merbau, Juru Seberang, Desa Ibul dan Gersik.

"Kalau semua didatangi, di lapangan kemiskinan ekstrem menurun tajam. Langsung solusi di lapangan. Saya tidak suka hanya laporan saja, rapat berkali-kali masalahnya tidak selesai. Begitu turun lapangan selesai aja tuh, hanya hitungan jam langsung keluar dari kemiskinan ekstrem," tegas dia. 

Tidak Dilibatkan Tim TAPD

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengatakan tidak dilibatkan oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) sebagai ketua tim pengentasan kemiskinan daerah. Padahal mestinya dia diajak untuk bicara program apa yang paling cocok untuk kebutuhan masyarakat yang masuk dalam data ekstrem.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved