Israel Tangkap Hacker Palestina yang Bobol Iron Dome di Malaysia, Agen Turki Pasang Badan untuk Omar

Omar A bertahun-tahun diburu intelijen Mossad karena pernah membobol sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel....

infokomputer.grid.id
Ilustrasi Hacker__ Israel Tangkap Hacker Palestina yang Bobol Iron Dome di Malaysia, Agen Turki Pasang Badan untuk Omar 

Dia dilaporkan menerima beberapa tawaran pekerjaan yang “mencurigakan” termasuk dari perusahaan perangkat lunak Norwegia.

Omar dianggap sebagai salah satu pengembang perangkat lunak dan peretas terbaik di dunia.

Baca juga: 80 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PTS, UTS PJOK Kelas 8 SMP/MTs, Kurikulum Merdeka

Baca juga: Warga Setrum Buaya Betina Sungai Arut Kobar Hingga Perutnya Dibelah untuk Cari Jasad Bocah 10 Tahun

Baca juga: Doa Sebelum dan Sesudah Belajar, Lengkap dengan Doa Menghadapi Ujian Sekolah agar Diberi Kemudahan

Dia pindah ke Istanbul dari Kairo pada Maret 2020 untuk bekerja.

Kemudian dia memberikan pelajaran jarak jauh dalam pemrograman komputer dan perangkat lunak melalui aplikasi LinkedIn.

Di Turkiye, ia berada di bawah pengawasan ketat Mossad, yang agennya telah mencoba merekrutnya beberapa kali sejak April 2021 dengan mengirimkan mata-mata berbeda ke Istanbul.

Agen Israel dilaporkan mencoba membawa programmer muda tersebut ke Eropa dan kemudian menyelundupkannya ke ibu kota Israel, Tel Aviv.

Intelijen Nasional Turki turun tangan setelah jelas bahwa Omar akan diselundupkan ke luar negeri.

Pihak berwenang Turki memperingatkan dia untuk tidak meninggalkan negaranya.

Lalu Omar memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Malaysia pada bulan September 2022 selama 15 hari.

Dan intelijen Turki kembali memperingatkan Omar atas tawaran pekerjaan yang mencurigakan dan memasang program pelacakan di teleponnya.

Setelah Omar mendarat di Malaysia, dilaporkan bahwa sebuah tim membawanya ke sebuah rumah di pegunungan tempat mereka menginterogasi dan menyiksanya.

Omar diculik beberapa hari kemudian di Kuala Lumpur. Ia dibawa ke sebuah kabin sekitar 50 kilometer dari ibu kota Malaysia.

Di sana, dia diinterogasi dan disiksa oleh tersangka yang bekerja untuk Mossad. Tim Mossad di Tel Aviv ikut bergabung dalam interogasi melalui panggilan telepon.

Selama interogasi, Omar ditanya tentang metode apa yang dia gunakan untuk membobol ke Iron Dome. Dia juga ditanya soal perangkat lunak peretasan berbasis Android yang dia kembangkan.

Baca juga: Harga HP OPPO A17k Resmi Turun Rp 300.000 di November 2023, Cek Spesifikasinya

Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2

Baca juga: Harga HP Oppo A16 Turun Hingga Rp 300 Ribu di Akhir November 2023, Cek Spesifikasinya ini

Ketika intelijen Turki menyadari penculikan itu, para pejabat Turki menghubungi pihak berwenang Malaysia dan melalui perangkat lunak pelacakan, membantu mereka menentukan lokasi di mana Omar ditahan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved