Supri, Pelaku Sadis KDRT Nurlela di Bangka Barat Belum Tertangkap, Iptu Intan: Mohon Doanya
Motif belum kita ketahui, tetapi keterangan dari keluarga bahwa mereka ini sudah sering bertengkar dan pelaku saat ini masih dalam pengejaran...
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Dosen Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB), Hidayati, mengatakan, kasus KDRT yang menimpa Nurlaela alias Mba Ela, menjadi tragedi yang memilukan dan memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang dan masyarakat.
"Kasus ini harus ditanggapi secara cepat dan tegas dengan memberikan bantuan medis dan perlindungan hukum sesegera mungkin kepada korban. Serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku dengan memastikan, bahwa keadilan ditegakkan dan suami korban diberikan hukuman sesuai perundangan yang berlaku," kata Hidayati kepada Bangkapos.com, Jumat (1/12/2023).
Baca juga: Biodata Agus Rahardjo, Eks Ketua KPK yang Pernah Dimarahi Jokowi Karena Kasus e-KTP
Baca juga: Harga Oppo Reno8 T 5G Akhir November 2023 dan Spesifikasi: Ponsel Canggih dengan Kamera Setara DSLR
Baca juga: Jadwal Libur Semester Ganjil SD/SMP/SMA dan Jadwal Libur Nasional Serta Cuti Bersama Desember 2024
Ia menambahkan, perlu dilakukan kampanye guna membangun kesadaran dan mengedukasi publik untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya melaporkan kekerasan serta menghapus stigma terhadap korban yang melaporkan kekerasan.
"Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya adalah memberikan dukungan sosial dan psikologis kepada korban guna untuk pemulihan fisik dan mentalnya melalui pendampingan secara intensif," ujarnya.
Dia menjelaskan, penyebab kasus KDRT terjadi dalam rumah tangga. Dapat dibedakan ke dalam dua jenis, dari faktor internal pelaku dan faktor eksternal.
"Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri pelaku kekerasan, misalnya kurangnya kemampuan untuk mengendalikan emosi. Memiliki sifat yang temperamental, rasa cemburu berlebihan kepada istri maupun pola pikir yang membenarkan kekerasan akibat sering menyaksikan tindakan kekerasan," terangnya.
Sementara faktor eksternal, dikatakam Hidayati adalah faktor yang berasal dari luar diri pelaku, seperti kondisi-kondisi tertentu yang memicu kemarahan si pelaku KDRT.
"Misalnya masalah keuangan, menutupi perselingkuhan, pertengkaran atau cekcok yang terjadi secara terus-menerus, maupun budaya patriariki yang mendukung sikap diskriminasi laki-laki terhadap perempuan," katanya.
Nurlaela Kini Jalani Operasi di Mulut dan Tangan
Kondisi Nurlaela (34) korban penganiayaan yang dilakukan suami sirinya masih memprihatinkan, hingga harus terus menjalani serangkaian penanganan medis di RSUP Babel Ir. Soekarno, Jum'at (1/12/2023).
Sebelumnya, Nurlaela mengalami sejumlah luka yang membuat kedua matanya buta, luka sobek di dekat area mulut serta tangan yang patah akibat aksi brutal Supri pada Minggu (26/11/2023) lalu dikediamannya di Tempilang.
Dari pantauan Bangkapos.com, Nurlaela warga Tempilang ini pun masih dalam operasi lanjutan sejak pukul 10.00 wib pagi tadi terkait kondisi wajah atau bagian mulutnya yang sobek.

Adi kandung korban, Iroh mengatakan pihak keluarga kini hanya bisa pasrah melihat kondisi anak pertama dari tiga saudara yang terus menjalani perawatan.
"Dari pagi tadi sudah operasi, katanya operasi bagian mulut sama tangannya yang patah. Kalau operasi juga karena ada darah keluar dari telinga, lalu kepala juga berdarah. Ini sekarang nunggu lah, kalau kemarin operasi mata sudah selesai," ujar Iroh.
Baca juga: Harga HP Oppo Reno10 Pro 5G Akhir November 2023 dan Spesifikasi, Kamera Utama 50 MP, Banyak Diminati
Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2
Baca juga: 25 Contoh Soal dan Jawaban Pilihan Ganda PAT Ekonomi Kelas 10 Semester 2
Kian mirisnya anak Nurlaela yang masih berusia 8 bulan pun, terlihat resah bak mencari sang ibu yang tengah menjalani operasi.
Beberapa botol susu yang telah dibuat, namun sayangnya hal tersebut seperti tak bisa menggantikan peran Air Susu Ibu (ASI) yang biasa diberikan Nurlaela kepada buah hati tercintanya.
PT Timah Kunjungi Keluarga Korban Laka Tambang di Bangka Barat, Beri Dukungan Moril dan Materil |
![]() |
---|
Oknum Wartawan Online di Bangka Barat Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pemerasan Kepala DLH |
![]() |
---|
Sosok Ustaz Terkenal di Bandung Diduga Aniaya dan Ludahi Anak Kandung, Mantan Istri Murka |
![]() |
---|
Penertiban Tambang Ilegal di IUP PT Timah di Bangka Barat, 8 Unit PIP dan 12 Pekerja Diamankan |
![]() |
---|
Sosok Sartojoyo Kades Simpang Tiga Bangka Barat, Tampil Nyentrik Pakai Wig ala Karakter Naruto |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.