Berita Belitung
PMI Penuhi 10 Kantong Darah per Hari, Kasus DBD Meningkat Tiga Bulan Terakhir
Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO - Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Bahkan pada Desember ini peningkatan kasus masih terus terjadi hingga banyak pasien yang dirawat terutama di RSUD Marsidi Judono.
Terjadinya peningkatan kasus DBD juga dibarengi tingginya permintaan terhadap trombosit darah. PMI Belitung pun terus memenuhi permintaan darah dengan rata-rata sekitar 10 kantong per hari.
"Paling banyak permintaan memang di bulan ini (Desember), makanya sekarang kami tiap hari membuat trombosit. Tergantung permintaan, seperti kemarin ada yang butuh 16 kantong, tapi rata-rata sekitar 10 kantong per hari untuk trombosit," kata Kabid Teknis Transfusi Darah PMI Belitung Hawani, Selasa (19/12).
Permintaan trombosit darah, lanjutnya, memang terus meningkat sejak Agustus 2023. Untuk mengantisipasi kebutuhan, pihaknya pun menyiapkan stok trombosit darah sekitar lima kantong untuk masing-masing golongan darah.
"Stok terus biar cepat ketika ada yang perlu. Kami stok karena memang permintaannya banyak. Kadang sampai ada darah yang expired karena penyimpanan maksimal lima hari, kadang itu pun kurang sehingga pasien harus menunggu," tambahnya.
Dia menjelaskan, trombosit darah harus melalui pemrosesan menggunakan mesin khusus untuk memisahkan dengan sel darah merah. Proses ini memerlukan waktu sekitar 1 jam. Darah yang dapat dibuat trombosit pun harus langsung diproses langsung setelah diambil dari pendonor.
Hal tersebut dilakukan lantaran penyimpanan trombosit dan sel darah merah berbeda. Sehingga jika stok trombosit habis, keluarga pasien DBD harus mencari donor darah untuk selanjutnya darah tersebut diproses untuk mendapatkan trombosit.
Namun saat ini, lanjutnya, permintaan trombosit darah untuk pasien DBD masih dapat terpenuhi. Karena permintaan darah berimbang dengan kegiatan donor yang banyak sehingga masih dapat ditanggulangi.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani menyoroti soal kinerja dinas kesehatan (dinkes) yang belum efektif dalam penanganan demam berdarah dengue (DBD).
Peningkatan kasus yang besar pun terjadi sehingga belum sampai tutup tahun 2023 kasus DBD yang terjadi sebanyak 511 kasus. Jauh lebih banyak dibandingkan 2022 lalu 194 kasus.
"Kami paham bahwa penanggulangan demam berdarah bisa dengan PSN dan 3M Plus. Kalau terjadi peningkatan yang begitu besar, kami bisa menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan dinkes belum efektif," ujarnya saat rapat dengar pendapat membahas penanganan DBD di DPRD Belitung, Senin (18/12).
Menurutnya, dinkes harus memberikan solusi kegiatan yang konkret. Dia mengapresiasi bahwa sudah ada langkah promotif seperti penyuluhan. Tapi selanjutnya perlu dievaluasi apakah dari banner atau langkah promotif yang dilakukan pesannya sudah sampai kepada masyarakat.
Selain itu, dia juga mempertanyakan adanya surveilans atau pengamatan data yang dilakukan sudah memiliki angka yang riil dan benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Vina juga menyoroti soal survei nyamuk yang dilakukan oleh Kemenkes dan Universitas Indonesia yang dilakukan di lokus yang menurutnya kurang sesuai dan jauh dari perkotaan. Padahal kasus DBD banyak terjadi justru di seputar kota.
Menanggapi sorotan DPRD Belitung soal kinerja dinkes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung drg. Dian Farida mengatakan menerima masukan untuk perbaikan ke depan. Baik untuk Dinas Kesehatan maupun rumah sakit untuk sama-sama melakukan perbaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Kabid-Teknis-Transfusi-Darah-PMI-Belitung-Hawani-memproses-darah-sebelum-diberikan-kepada-penerima.jpg)