Berita Bangka Selatan
Petani Mengeluh ! Stok Pupuk Subsidi Kosong, Distribusi Terlambat
Pasokan pupuk subsidi terlambat masuk ke Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Akibatnya, para petani mengalami kendala dalam bercocok tanam.
Dilanjutkan pemupukan kedua pada saat usia padi 30 hari dan pemupukan terakhir pada usia 50 hari setelah tanam. Oleh karena itu, ketergantungan petani pada kebutuhan pupuk subsidi masih sangat tinggi. Setidaknya dalam satu hektare lahan petani membutuhkan sepasang pupuk, sekitar 125 kilogram pupuk urea dan 375 kg pupuk NPK. Sementara pupuk subsidi baru akan datang mulai awal Februari 2024.
"Setiap awal tanam memang ada pupuk subsidi, tetapi kebanyakan datang dahulu, setelah itu habis. Kemudian datang lagi bulan Februari," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan pupuk saat ini dirinya terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam. Caranya adalah memberanikan diri membeli pupuk nonsubsidi pada harga yang memang terpaut cukup jauh. Misalnya untuk jenis pupuk urea non subsidi per 50 kilogram dibanderol seharga Rp340 ribu.
Baca juga : Biodata Mutia Ayu, Memilih Menjanda Walau Sudah Tiga Tahun Ditinggal Glenn Fredly
Sementara pupuk subsidi pada berat yang sama harganya mencapai Rp130 ribu. Jumlah itu terpaut hampir dua kali lipat sebesar Rp210 ribu. Untuk kebutuhan pupuk biasanya disesuaikan dengan kebiasaan pemakaian. "Setiap awal tanam terpaksa menggunakan pupuk non subsidi, karena memang enggak ada pupuk subsidi. Kalau ada ya pakai subsidi," ucapnya.
Kendati demikian Triyono berharap kondisi seperti ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Terlebih permasalahan pupuk setiap awal tahun terus terjadi secara berulang. Dengan begitu biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin, terlebih jika harga gabah tetap stabil sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.
"Harapannya kalau bisa tepat waktu pendistribusian pupuk setiap awal tahun. Karena untuk melakukan pemupukan membutuhkan satu pasang pupuk," katanya.
Situasi berbeda justru dirasakan Sukarya (36) seorang petani lainnya. Untuk mengantisipasi keterlambatan pendistribusian pupuk setiap awal tahun ia mengandalkan alokasi pupuk subsidi yang dirinya terima.
Jatah pupuk yang dirinya terima setiap tahunnya tidak diambil secara 100 persen selama tiga kali masa tanam padi.
Dirinya menyisakan sekitar satu karung pupuk untuk digunakan pada masa tanam pada tahun berikutnya. Dengan demikian saat masa tanam padi di awal tahun ia tak harus merogoh kocek lebih dalam.
"Setiap petani memang memiliki alokasi pupuk tersendiri. Jadi untuk mengatasi keterlambatan pupuk subsidi setiap awal tahun, caranya mengambil alokasi pupuk sisa setiap akhir tahun," katanya.
(Posbelitung.co/Cepi Marlianto)
petani
pupuk subsidi
Distribusi
Desa Rias
Kabupaten Bangka Selatan
Berita Bangka Selatan
Posbelitung.co
| Rumahnya Digeledah Bareskrim Lagi, Asui Bos Timah Selundupan ke Malaysia Masih Misterius |
|
|---|
| Suami di Toboali Jadi Tersangka KDRT, Aniaya Istri hingga Berdarah Dipicu Cemburu |
|
|---|
| Masuk DPO, Polisi Sebar Tampang dan Ciri-ciri Pelaku Kekerasan Anak di Bangka Selatan |
|
|---|
| Polres Bangka Selatan Siapkan 4 Ton Beras dan 1.200 Liter Minyak Goreng Stabilkan Harga Jelang HBKN |
|
|---|
| Polisi Gerebek Rumah Penampung Timah Ilegal di Basel, 326 Kg Pasir Timah dan Uang Rp126 Juta Disita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240118-Pupuk-Indonesia.jpg)