Berita Bangka Tengah

2024, Perpustakaan Bangka Tengah Tambah 1.314 Eksemplar Buku

Perpustakaan di Bangka Tengah melakukan penambahan 330 judul buku dengan jumlah 1.314 eksemplar buku baru.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
dok Bangkapos.com
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka Tengah, Irwandi 

KOBA, POSBELITUNG.CO - Perpustakaan di Bangka Tengah melakukan penambahan 330 judul buku dengan jumlah 1.314 eksemplar buku baru. Penambahan buku baru yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Bangka Tengah sebagai upaya meningkatkan minat baca di Bangka Tengah.

"Penambahan buku di tahun 2024 itu ada untuk anak-anak, remaja dan dewasa," ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangka Tengah, Irwandi, Kamis (18/1).

Ia mengatakan, berdasarkan APBD induk belum ada lagi rencana akan menambah buku. "Untuk ke depan, anggaran induk tidak ada karena recofusing, mudah-mudahan ABT nanti," katanya.

Sebelumnya, jumlah buku di Perpustakaan Daerah sebanyak 7.692 judul dan 22.657 eksemplar hingga tahun 2023. Dengan rincian meliputi Koleksi buku anak 878 judul 2.735 eksemplar, koleksi buku remaja 1.607 judul 3.170 eksemplar, dan koleksi buku umum (dewasa) 5.207 judul 16.752 eksemplar.

"Kita berusaha memenuhi kebutuhan bahan bacaan yang semakin beragam dan berkembang, perpustakaan Bangka Tengah akan terus berupaya melakukan pengadaan koleksi buku setiap tahunnya," jelasnya.

Selain memenuhi judul dan jumlah buku di perpustakaan, pemkab sedang melakukan perpindahan sarana dan prasarana ke perpustakaan baru. "Tahun ini kita fokus melengkapi fasilitas di perpustakaan baru yang sudah selesai gedung fisik, tapi masih persiapan untuk dioperasikan," katanya.

Akademisi atau Dosen Bahasa Indonesia Universitas Bangka Belitung (UBB), Lasmi Hartati mengatakan, kelengkapan buku di perpustakaan dapat picu minat baca. "Jumlah buku sangat berpengaruh untuk meningkatkan minat baca. Contoh jika ada pengunjung ke perpustakaan untuk membaca salah satu buku dan jumlah buku tersebut terbatas atau tidak ada, maka hal tersebut bisa menurunkan minat baca seseorang, karena buku bacaan yang ingin dibaca tidak tersedia," ujar Lasmi, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, menarik minat pengunjung perpustakaan juga harus ada strategi seperti membangun dan menata perpustakaan daerah perpustakaan dengan tempat yang nyaman, menarik, dan asyik. "Karena umumnya perpustakaan identik dengan sebuah tempat yang membuat orang mudah mengantuk. Akan tetapi jika perpustakaan dikelola dan ditata dengan asyik dan menarik, maka hal tersebut dapat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan membaca buku," jelasnya. (s2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved