Berita Belitung
Tradisi Ceng Beng Turun Temurun Ziarah Makam Leluhur
Ritual Ceng Beng menjadi tradisi turun temurun yang rutin dilakukan ahli waris untuk menziarahi makam orang tua dan leluhur.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO - Ritual Ceng Beng menjadi tradisi turun temurun yang rutin dilakukan ahli waris untuk menziarahi makam orang tua dan leluhur.
Tokoh masyarakat Tionghoa Belitung Ayie Gardiansyah mengatakan, tradisi ini menjadi urusan wajib untuk datang berziarah terlepas apapun agamanya.
"Lintas agama, agama apapun wajib pulang pada bulan itu untuk berziarah. Kalau Buddha dan Konghucu sesuai tata caranya, kalau Kristen dan Katolik biasanya dengan mempersembahkan bunga," katanya.
Tak heran pada saat Ceng Beng, keluarga datang dari berbagai daerah bahkan negara. Belitung misalnya, pada momen sembayang kubur atau Ceng Beng ini kedatangan para peziarah dari Australia, Hongkong, Tiongkok, dan Taiwan.
Apalagi di Pulau Belitung dimana etnis Tionghoa jumlah penduduknya terbanyak kedua setelah suku Melayu, banyak makam yang tersebar. Seperti pemakaman Tionghoa di Tanjung Tinggi, Sijuk, Manggar, dan terbesar di Pilang.
Waktu berlangsungnya Ceng Beng ini berkisar antara 5 Maret hingga 4 April. Ayie mengatakan di Belitung ada dua suku Tionghoa yakni suku Hakka dan Hokkian. Hakka melaksanakan Ceng Beng lebih awal pada 5 Maret, sementara Hokkian mulai pada 20 Maret hingga 14 April.
"Tapi puncaknya 27 Maret-4 April. Kalau penerbangan oke, harga tiket dan hotel bersinergi, mereka datang lah, karena wajib, yang mampu tidak boleh tidak datang," kata Ayie.
Soal rencana event bertajuk Belitung Chinese International Festival yang akan menjadi daya tarik, Ayie mengatakan memang jika dikemas secara bagus, momentum tersebut menang menjadi potensi pariwisata
"Karena barang sudah jadi, tinggal dikemas. Dulu kan tidak dikemas, jadi hanya satu kelompok masyarakat yang dapat. Di situ ada potensi ekonominya, kalau dikemas semuanya kebagian," tutur dia. (del/posbelitung.co)
| Pantai Batu Pengasah, Wisata Geologi Purba dan Sunset Menawan di Belitung |
|
|---|
| Jaga Tradisi Adat, Pemdes Air Batu Buding Gelar Maras Taun di Kantor Desa |
|
|---|
| Rehabilitasi Jembatan Siburik, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tanjungpandan |
|
|---|
| Pelindo II Tanjungpandan Salurkan 6 Sapi Kurban untuk Masyarakat dan Stakeholder di Belitung |
|
|---|
| Rayakan Idul Adha, Polres Belitung Potong 9 Sapi dan 3 Kambing untuk Dikurbankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220126-tokoh-masyarakat-tionghoa-belitung-ayie-gardiansyah.jpg)