Berita Bangka Barat
Tekan Inflasi, Sawah Terbengkalai di Babar Mulai Diaktifkan
Total luas lahan sawah di Bangka Barat, berjumlah 2.707 hektare, dari jumlah itu tak semuanya aktif
Penulis: Riki Pratama |
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Total luas lahan sawah di Bangka Barat, berjumlah 2.707 hektare, dari jumlah itu tak semuanya aktif, ada pula yang terbengkalai.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, mulai menggencarkan tanam padi di sejumlah desa-desa untuk meningkatkan produksi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan beras dengan daerah lain.
Upaya yang dilakukan dengan cara, menghidupkan kembali lahan cetak sawah yang telah lama terbengkalai, untuk dapat aktif menghasilkan padi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat, Azmal AZ mengatakan, masih terdapat sejumlah sawah di Bangka Barat yang tertidur tidak dimanfaatkan untuk menanam padi.
Seperti contohnya, lahan cetak sawah yang berada di Desa Bukit Terak, Kecamatan Simpang Teritip, telah dicetak sejak 2016 lalu, namun terbengkalai dan kembali mulai diaktifkan.
"Ini adalah pemanfaatan sawah, di mana sawah itu sudah dibuka pada 2016. Dicetak sawahnya dan sudah banyak anggaran turun ke sini. Untuk cetak sawah dan irigasinya, beberapa kali panen. Lalu diam, mungkin pengaruh Covid, habis itu terbengkalai,"kata Azmal kepada Bangkapos.com, Selasa (6/2/2024).
Lahan sawah di Desa Bukit Terak memiliki luas sawah 63 hektare (Ha) dan telah menghasilkan padi seluas 54 hektar, membuat lahan ini kembali hidup, karena menggalakkan sejumlah petani untuk kembali turun ke sawah.
"Bagaimna kita ingin menggalakkan pertanian lahan terlantar, untuk lahan itu hidup kembali. Jadi saya dorong untuk mengerjakan atau menanam ini. Pasnya waktu penanaman saya mendampingi wakil bupati dan mengecek apa masalah yang ada di lawan sawah," kata Azmal.
Ia manambahkan, persoalan banyak terjadi di daerah terkait lawan sawah yakni pembangunan sarana irigasi atau pengairan, yang memerlukan biaya besar.
"Masalahnya di saluran irigasi, ada juga potensi untuk pengembangan lahan, kita berusaha daerah bisa memanfaatkan untuk cetak baru. Upaya kita, pertama, beberapa tahun belakang tidak dapat bantuan anggaran pusat Dana Alokasi Khusus (DAK). Karena kita di Babar belum ada payung hukum Perdanya. Perda lahan pertanian berkelanjutan," katanya.
Apabila Perda itu ada, dikatakan Azmal, pihaknya berusaha untuk mendapatkan anggaran dari APBN. Sehingga dapat membangun sejumlah sarana irigasi di Bangka Barat.
"Otomatis persoalan akan ketemu pertama irigasi dan lain lagi. Jadi dibutkan Perda dan tahapannya sudah kita laksanakan, telah berikan bahan ke dewan, rapat ke dewan dan kunjungan ke sejumlah daerah," katanya.
Lebih jauh, Azmal AZ, mengatakan, di Kabupaten Bangka Barat memiliki banyak lahan sawah yang dapat dimaksimalkan. Namun tidak tergarap secara maksimal.
"Itu ada, dari kemarin-kemarin tapi karena adanya dampak EL Nino, 2.700 sekian hektar. Tidak semua, ada menghasilkan ada yang tidak," kata Azmal.
Menurutnya, hambatan yang terjadi saat ini, berkaitan dengan dana pendamping daerah, untuk kembali memacu persawahan di Bangka Barat.
| Warga Dusun di Air Ibul Bangka Barat Terpaksa Panjat Pohon Belasan Meter Baru Bisa Dapat Sinyal HP |
|
|---|
| Ibu-ibu PNS di Babar Diduga Panik Sandalnya Nyangkut di Pedal Gas Innova, Mobil Pun Liar, 1 Tewas |
|
|---|
| Apes Nasib Sopir Truk Bawa 10 Ton Pupuk Subsidi, Dijanji Upah Rp9 Juta Malah Jadi Tersangka di Babar |
|
|---|
| Pemudik Antre Berjam-jam Untuk Bisa Masuk Feri di Tanjungkalian |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik di Tanjungkalian Mentok, Tunggu Hingga 12 Jam, Pemudik Gelar Tikar Menunggu Kapal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/0602-sawah-bukit-terak.jpg)