Biodata

Biodata dan Kisah Hidup Tan Malaka, Tewas di Tangan Militer Indonesia dan Diangkat Jadi Pahlawan

Tan Malaka terlibat dalam Persatuan Perjuangan bersama dengan Jenderal Sudirman.

|
Penulis: Alza | Editor: Alza
Intisari online
Tan Malaka 

Pada masa-masa penyamaran itu, Tan Malaka memakai banyak nama samaran, seperti Ilyas Husein saat berada di Indonesia, Alisio Rivera saat berada di Filipina, Hasan Gozali saat berada di Singapura, Ossorio saat berada di Shanghai, dan Ong Soong Lee saat berada di Hong Kong.

Di akhir masa pendudukan Jepang di Indonesia, Tan Malaka menyamar sebagai mandor di Banten dan menghabiskan waktu untuk menulis karya besar yang masyhur yaitu buku berjudul Madilog.

Di masa revolusi, Tan Malaka dianggap sebagai otak dari Peristiwa 3 Juli 1946. Tan Malaka menentang hasil perundingan Republik Indonesia dengan Belanda.

Saat itu, Tan Malaka menuntut Indonesia Merdeka 100 persen dari penjajah. Tan Malaka terlibat dalam Persatuan Perjuangan bersama dengan Jenderal Sudirman.

Tan Malaka juga pernah mendirikan sebuah partai bernama Musyawarah Rakyat Banyak (Murba). Partai ini pernah mengikuti Pemilu pada tahun 1955, tetapi dibekukan pada tahun 1965.

Tan Malaka kemudian terbunuh sekitar Februari 1949. Tan Malaka tewas ditembak oleh pasukan militer Indonesia tanpa adanya pengadilan di Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada 21 Februari 1949.

Eksekutornya berasal dari Brigade Sikatan atas perintah dari petinggi militer di Jawa Timur.

Nama dan kisah hidup Tan Malaka sangat melegenda.

Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden RI Nomor 53 yang ditandatangani oleh Soekarno pada 28 Maret 1963.

Saking legendarisnya, kisah hidup pria yang bernama lengkap Sutan Ibrahim dan bergelar Datuk Tan Malaka ini pernah diteliti oleh sejarawan dari Belanda bernama Harry Albert Poeze dengan waktu puluhan tahun.

Harry Albert Poeze bukan hanya meneliti Tan Malaka lewat arsip-arsip kolonial di sekitar Leiden dan Amsterdam, Belanda.

Tapi, Poeze juga mendatangi negara-negara yang pernah menjadi tempat singgah Tan Malaka selain di Indonesia seperti Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, serta Filipina.

Poeze bahkan memberanikan dirinya ke Rusia guna melacak arsip Comintern tentang Tan Malaka di Moskow, Rusia.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved