Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Tuntunan Agama, Terlebih Dulu Basahi Tangan dan Berwudhu

Mandi wajib dilakukan setelah berhubungan seksual suami istri, haid, nifas, dan lainnya.

Editor: Alza
Tribunnews
Ilustrasi 

POSBELITUNG.CO - Inilah tata cara mandi wajib laki-laki dan perempuan sesuai tuntunan agama.

Mandi janabah atau junub disebut pula mandi wajib atau mandi besar.

Mandi wajib dilakukan setelah berhubungan seksual suami istri, haid, nifas, dan lainnya.

Jika mandi wajib tidak sah maka ibadah shalat juga tidak sah.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, mandi janabah adalah salah satu tuntunan fiqih yang sangat penting diketahui.

"Tuntunan mandi janabah telah disampaikan Rasulullah dengan sangat detail dan direkam dengan sempurna oleh ulama," jelas Ustadz Adi Hidayat dilansir dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tuntunan mandi janabah berdasarkan kitab Sahih Muslim.

Kitab tersebut bersumber dari istri Rasulullah SAW yakni Aisyah RA.

Hadis tersebut adalah sebagai berikut:

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ، ثم توضأ وضوءه للصلاة ، ثم اغتسل ، ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ، ثم غسل سائر جسده

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, “Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai

dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-

jarinya ke dalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian

menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ustaz Adi Hidayat menerangkan, hal yang pertama dilakukan untuk mandi janabah adalah mencuci kedua telapak tangan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved