Idul Fitri 2024

Lafaz Takbiran Idul Fitri, Tulisan Arab, Latin, dan Lengkap Artinya

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah

Tayang:
Editor: Alza
Posbelitung.co
Ilustrasi malam takbiran. 

POSBELITUNG.CO - Berikut bacaan takbir Idul Fitri lengkap dalam bahasa Arab berikut tulisan latin.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

La ilaha illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi alhamd

Artinya: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi alhamd

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah

Takbir Idul Fitri ini diucapkan sebagai wujud syukur, kegembiraan, dan penghormatan kepada Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya yang melimpah.

Dalam setiap takbir, umat Muslim mengakui kebesaran Allah dan kepercayaan penuh kepada-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah.

Pada Hari Raya Idul Fitri, takbir menjadi simbol kebersamaan dan kesatuan umat Muslim.

Dengan serentak mengucapkan takbir, umat Muslim merasakan kehangatan persaudaraan dan kehadiran Allah yang maha kuasa.

Melalui takbir ini, umat Muslim mengingatkan diri untuk senantiasa mengutamakan ketaatan kepada Allah dan menjalankan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Lafal Takbir Versi Lengkap dan Maknanya

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 

“Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.. Allaahu akbar walillaahil hamd. Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa.

Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin. Walau karihal kaafiruun.

Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyriku. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah.

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.”

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar.

Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafik, dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan Keesaan-Nya.

Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan Keesaan-Nya.

Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.”

Makna takbir versi yang lebih panjang mengajak kita untuk menghayati kebesaran Allah, kekuasaan Allah terhadap kehidupan.

Bahwa Allah yang memiliki alam semesta, dan tidak ada satupun di dunia yang kayak disembah selain Allah.

Berkah Bulan Ramadhan yang kita peroleh merupakan rahmat dari Allah, pun hari kemenangan yang kita sambut merupakan nikmat dari Allah.

Menjadikan kita kembali ke fitri, untuk memulai kembali pribadi yang lebih baik.

Selain tiga takbir ini, bisa pula ditambahkan dengan zikir sebagai berikut sebagaimana zikir-takbir Rasulullah SAW di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:   

Imam An-Nawawi menjelaskan sifat takbir pada malam dan hari raya, dikutip laman NU Online.

Imam An-Nawawi menyebut tiga takbir berturut-turut yang dikutip dari Imam As-Syafi‘i dan ulama syafiiyah:

 صفة التكبير المستحبة الله اكبر الله اكبر الله اكبر هذا هو المشهور من نصوص الشافعي في الام والمختصر وغيرهما وبه قطع الاصحاب   

Artinya: "Sifat takbir yang dianjurkan, 'Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.' Ini (takbir 3 kali) yang masyhur dari nash Imam As-Syafi’i dalam Kitab Al-Umm, Al-Mukhtashar, dan selain keduanya. Sifat ini yang dipegang ulama ashab," (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 42).

(posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved